SOLO, Metta NEWS – Terkait harga kuliner pada masa lebaran yang bisa dipermainkan para pedagang makanan dengan memanfaatkan situasi membludaknya pemudik, Walikota Gibran dengan tegas meminta semua pedagang kuliner maupun oleh – oleh untuk tidak ‘ngepruk’ harga atau dinaikkan berkali – kali lipat bagi para pemudik atau wisatawan.
“Para konsumen sudah pada pintar pasti nanya buku menu. Kalau ada yang melanggar dan dilaporkan pasti ada sanksi,” tegas Gibran ketika ditemui di Balaikota beberapa waktu lalu.
Walikota muda ini juga mengatakan bila ada konsumen yang merasa mendapatkan harga tidak wajar dan berbeda jauh dari biasanya bisa melaporkan padanya melalui ULAS.
“Foto kwitansinya, upload ke ULAS kirim saya ya,” tegasnya lagi.
Namun Gibran yakin di Solo tidak ada penjual makanan yang memanfaatkan momen dengan ngepruk harga.
“Tapi kalau ada yang mahal atau mahal sedikit ya dimaklumi ya kan memang bahan-bahan sedang naik semua. Saya yakin di Solo ga ada yang ngepruk. Solo apa-apa murah,” ungkapnya.
Putra sulung Presiden Jokowi tersebut juga meminta pada pedagang untuk tetap buka selama Lebaran.
“Kemarin juga sudah saya anjurkan selama lebaran warung-warung jangan tutup, tetap buka dari pagi sampai malam, panen pokoke ya. Soalnya kan sudah dibolehkan mudik,” tuturnya.
Menurut Gibran, tidak hanya pada masa Lebaran, pada hari biasa Dinas Perdagangan juga sudah melakukan pantauan harga-harga dari penjual makanan.
“Dari Disdag juga terus sosialisasi, pokoknya tetap hati-hati dengan Covid, bisa berkumpul bersama keluarga dan pemudik bisa eksplore kuliner di Solo,” pungkasnya.







