SOLO, MettaNEWS – DPP Forum Kursus Perhotelan dan Kapal Pesiar Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penguatan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan), Penguji dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bidang Perhotelan dan Kapal Pesiar yang dipusatkan di Solo selama dua hari, Kamis-Jumat (10-11/11/2022) bertempat di Hotel Syariah Solo.
Kegiatan yang diikuti sekira 80 peserta diantaranya adalah penguji, para ketua TUK dan LPK ini dibuka secara daring oleh Direktur Khusus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dr. Wartanto.
Hadir dalam kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini adalah Ketua DPP Forum Kursus Perhotelan dan Kapal Pesiar Theo George Gill, Ketua Forum LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) Aji Samsurizal.
Sementara untuk narasumber adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Fitria Yolanda, Aris Darmansyah (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK), Megawati Santoso (Pakar KKNI) hadir secara daring, Dr. I Gede Arya Pering (Presiden IHGMA) Indonesia Hotel General Manager Assosiation dan Mohan Kumar (Chief Executive Officer) Maximizing Healthcare Idea Solution) Malaysia.
Aris Darmansyah (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK), menyampaikan Indonesia Emas yang dicanangkan pada tahun 2045 perlu disiapkan dari sekarang.
“Kurang 23 tahun lagi. Untuk menyiapkan generasi unggu 23 tahun adalah waktu yang cepat. Tahun lalu Presiden menugaskan untuk merevitalisasi pendidikan vokasi,” kata Aris.
Aris menyebut, sebanyak 7 kementerian dan 1 lembaga merumuskan revitalisasi pendidikan. Tidak hanya sekolah formal saja namun mencakup semua yang terkait dengam vokasi.
“Penting untuk daerah membentuk tim koordinasi daerah vokasi. Tim ini sebagai kepanjangan tangan dari tim nasional. Daerah harus mrmbentuk, kabupaten kota belum ada. Nanti semua kebijakan yang dikeluarkan mengacu pada strategi yang sudah ditetapkan Permenko PMK No. 6 tahun 2022,” papar Aris.
Aris menyebut kegiatan ini juga untuk saling mempersatukan dan menyelaraskan pendidikan vokasi karena sebagian besar peserta adalah direktur LKP.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Fitria Yolanda, menjelaskan untuk pendidikan dan pelatihan vokasi saat ini pemerintah melakukam harmonisasi di semua lembaga yang menjalankan pendidikan vokasi.
“Dalam harmonisasi tersebut banyak hal yang dikoordinasikan agar pendidikan dan pelatihan vokasi mencapai goal yang diharapkan dalam mengurangi pengangguran,” tuturnya.
Fitria memaparkan untuk percepatan penyelenggaran harmonisasi ini salah satunya adalah menggerakkan Oemerintah Daerah untuk membentuk Tim Koordinasi Daerah Pendidikan dan Pelatihan vokasi.
“Kedepannya pelatihan atau kursus ini menimal memenuhi standar yang ditetapkan. Kalau ditambah sesuai kebutuhan dan kekhususan daerah silahkan,” ujar Fitria.
Ketua Forum Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Aji Samsurizal menambahkan pelaksanaan uji kompetensi di LSK itu domain nya peserta didik dan warga masyarakat untuk mengukur ketuntasan belajar. Kalau di sekolah formal bukti lulus adalah ijazah. Kalau kursus dan pelatihan ijazah nya adalah sertifikat kompetensi, setara dengan izajah,” imbuh Aji.
Sementara itu, Ketua DPP Forum Kursus Perhotelan dan Kapal Pesiar Theo George Gill menambahkan Indonesia memiliki 218 anggota lembaga pelatihan seluruh Indonesia. Kami memberi pembinan dan penguatan pada LKP untuk mereka memiliki standar yang baik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat salah satunya dengan sertifikasi uji kompetensi.
“Kita juga melakukan bimbingan pada lembaga kursus dan pelatihan terutama untuk meningkatkan kualitasnya,” pungkas Theo.







