SOLO, MettaNEWS – Seminar nasional bertajuk “Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Sesuai Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023” membuka grand final Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia). Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah grand final Olimpiade Vokasi Indonesia yang berlangsung pada 24-25 November 2023 di Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS.
Olivia tahun ini mengangkat tema pendidikan vokasi dan penguasaan AI untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Dengan mengusung 19 cabang lomba secara luring dan daring.
Sebanyak 1.068 mahasiswa berpartisipasi dari 72 perguruan tinggi vokasi yang berasal dari 16 provinsi. Kemudian, sebanyak 310 finalis dari 26 perguruan tinggi vokasi yang berasal dari 9 provinsi.
Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak.,menjelaskan, pada Olivia ini akan menemukan bibit-bibit unggul yang bisa membawa baik nama Indonesia pada ajang World Skill Competition.
“Karena selama ini di level SMK sudah ada Lomba Keterampilan Siswa (LKS). Yang nanti juga akan melaju ke World Skill Competition. Tetapi untuk jenjang Perguruan Tinggi khususnya Pendidikan vokasi itu banyak label lomba nasional. Tapi ternyata belum tercatat di pusat prestasi nasional maupun Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI),” tutur Santoso, Jumat (24/11/2023) di Tower UNS.
Menurut Santoso Olivia akan diangkat menjadi kompetisi yang masuk dalam agenda nasional. Selama ini lanjut Santoso jenis lomba belum tertata rapi. Seperti contohnya siapa penyelenggaranya menyesuaikan dengan program studi mereka sendiri, ketersediaan juri internal dan eksternal.
“Untuk 2024 nanti bidang lomba akan menyesuaikan World Skill Competition, kemudian sesuai dengan kearifan lokal perguruan tinggi vokasi penyelenggaranya. Dengan itu harapan kita nanti ada kelanjutan dari seleksi nasional menuju seleksi atau kompetisi internasional,” ujar Dekan SV UNS ini.
Ketua Panitia Olivia 2023, Rohmawan Adi Pratama, S.E., M.B.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Olivia tahun ini memang menarik potensi yang luar biasa dari mahasiswa vokasi seluruh Indonesia.
“Harapannya, Olivia dapat menjadi wadah kompetisi, kreativitas, dan inovasi mahasiswa vokasi di seluruh Indonesia,” ujar Rohmawan.
Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. mewakili Rektor UNS yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh sekolah vokasi Indonesia yang telah menyelenggarakan olimpiade.
“Para finalis silakan mempersiapkan diri dengan baik. Tidak hanya kita ukur dari capaian medali, dibalik pertandingan ada semangat persaudaraan di antara kita,” imbuh Prof Yunus.
Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Dr. Ir. Kiki Yulianti, M.Sc. Dalam sambutannya, Dr. Kiki menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki semacam kompetisi nasional berkaitan dengan skill yang didasari dengan ilmu.
“Ada dua hal yang perlu kita integrasikan dalam Pendidikan vokasi yaitu how to do dan how to learn. Anak vokasi juga harus mempunyai kapasitas untuk belajar,” terang Dr. Kiki.
Dr. Kiki menyebut penyelenggaraan Olivia adalah bukti nyata terus berkontribusi untuk Indonesia dalam kaitan persiapan sumber daya manusia masa depan.







