BI Resmikan Gerai Cerdas PeKA di UNS, Perkuat Literasi Keuangan Digital Generasi Muda

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Bank Indonesia  meluncurkan Gerai Cerdas Pelindungan Konsumen (PeKA) di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (10/4/2026).

Program ini menjadi bagian dari kampanye nasional Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) untuk memperkuat literasi dan perlindungan konsumen di sektor keuangan digital.

Peluncuran gerai dilakukan bersama sejumlah mitra strategis seperti AFTECH, ASPI, PERBANAS, serta DANA Indonesia.
Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam ekosistem digital sebagai pengguna aktif sekaligus agen edukasi.

“Melalui pendekatan kolaboratif ini, kami ingin mendorong terbentuknya perilaku transaksi digital yang aman, bijak, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Gerai Cerdas PeKA di UNS dirancang sebagai ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perlindungan konsumen, mulai dari menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan, hingga mengambil langkah cepat saat menghadapi risiko transaksi digital.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai kampus menjadi kanal strategis dalam memperluas literasi keuangan, mengingat jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai sekitar 9,9 juta orang yang tersebar di ribuan perguruan tinggi.

“Gerai ini menjadi platform konkret kolaborasi antara regulator, industri, dan akademisi agar generasi muda memahami risiko dan hak mereka sebagai konsumen,” terangnya.

Di sisi lain, Chief of Legal and Compliance DANA, Dina Artarini, menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan akses layanan keuangan digital dengan pemahaman pengguna.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan nasional masih berada di kisaran 66,46 persen, lebih rendah dibanding inklusi keuangan yang telah mencapai 80,51 persen.

“Perluasan akses harus diiringi dengan penguatan pemahaman masyarakat, termasuk risiko dalam bertransaksi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNS, Hartono, menyampaikan bahwa perkembangan pesat sektor keuangan digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan literasi masyarakat.

“Kehadiran Gerai Cerdas PeKA diharapkan mampu membentuk generasi muda yang bijak dalam bertransaksi digital serta menjadi agen perubahan di masyarakat,” ungkapnya.

Gerai Cerdas PeKA sendiri mengusung konsep hybrid, memadukan layanan offline dan online. Mahasiswa dapat mengakses materi edukasi, mengikuti seminar, kampanye digital, hingga berpartisipasi dalam kompetisi dan diskusi interaktif terkait keamanan transaksi digital.

Melalui inisiatif ini, BI bersama para mitra berharap mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas, kritis, dan terlindungi dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.