SOLO, MettaNEWS – PT Pos Indonesia kembali dipercaya pemerintah untuk menjalankan program bantuan tunai, salah satunya bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Di Solo, distribusi BLT minyak goreng ini dilakukan mulai hari ini, Senin (11/4/2022). Bertempat di PT Pos Gladag, Solo, pendistribusian BLT minyak goreng ini juga dapat diberikan kepada penerima melalui sistem pelayanan prima atau jemput bola dengan menyerahkan bantuan langsung ke rumah penerima.
Executif General Manager PT Pos Solo, Lilik Suryono menyebut masing-masing penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) bulan Mei mendapatkan Rp 200.000, sementara untuk BLT minyak goreng mendapatkan Rp 300.000. Pihaknya menargetkan pendistribusian akan selesai di minggu ini, sehingga untuk jadwal utama disiapkan melalui kantor PT Pos Solo.
“Dalam waktu seminggu kita rencanakan secara total dari angka yang tadi bisa segera selesai,” ucap Lilik, Senin (11/4/2022).
Bagi penerima yang tidak bisa hadir ke kantor Pos pada saat penjadwalan, pihaknya akan mendapatkan informasi yang dikirim dari RT, RW, kelurahan dan kecamatan dengan menyertakan nama dan alamat untuk dilakukan visit ke rumah. Penerima yang mendapatkan distribusi langsung ke rumah meriapakan penerima yang memiliki keterbatasan seperti lansia salah satunya.
“Nantinya akan menginformasikan ke kita dengan nama dan alamat sekian mohon divisit dianter ke rumah, karena kondisinya lansia, sakit atau pun kondisinya tidak memungkinkan ke kantor Pos. Sehingga apabila tidak ada gangguan dalam berkativitas maka tidak boleh dijadwal setelah jadwal utama,” jelasnya.
Untuk bisa melakukan pendistribusian dengan sistem home visit, pihaknya akan menyediakan satu petugas.
“Sebelum petugas berkunjung satu per satu ke pihak penerima, mereka sudah tahu dari daftar saiapa saja yang akan dikunjungi hari itu. Membawa kelengkapan pembayaran lalu nanti membayar ditempat. Status pembayaran sama saja dengan status online langsung dikonversi,” tambahnya.
Untuk warga yang tidak bisa datang secara langsung ke PT Pos, Lilik menganjurkan untuk pemdistribusian penerima dilakukan kepada pihak yang masih dalam satu kartu keluarga (KK).
“Masih dalam satu KK yang mana termasuk penerima BLT ini. Jika berhalangan hadir maka kita bisa bayarkan ke anggota dibawahnya. Bisa diwakilkan tapi harus satu KK. Jadi sewaktu mengambil harus membawa KTP si penerima awal,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menyebut syarat penerima BLT yakni dengan membawa KTP asli, KK asli dan undangan. Selain itu sistem pengambilan BLT minyak goreng ini tidak boleh diwakilkan.
“Bagi difable, sakit atau tidak bisa keluar, nanti ada kunjungan ke rumah. Jemput bola dari kantor Pos. Jadi tidak ada masalah atau kendala kalau mereka sehat harusnya tetap hadir. Dilayani ditempat boleh, jemput bola juga boleh,” ungkap Teguh Prakosa.
Merupakan pelayanan yang prima bersama kantor Pos, pihaknya menyebut akan melakukan distribusi jemput bola bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dan Kepala Dinas Sosial Solo, Agus Santoso sesuai waktu yang dijadwalkan.








