SOLO, Metta NEWS – Panitia Bersama Imlek 2022 melepas lampion yang berada di kawasan Pasar Gede, Rabu (16/2/2022). Tidak hanya melepas lampion, untuk lampion patung shio macan sepanjang 5 meter yang menjadi spot foto di halaman Balai Kota juga dipindah ke pelataran Radio Metta FM, Banjarsari Solo.
Ketua Panitia Bersama Imlek 2022 Sumartono Hadinoto menjelaskan, dari awal pemasangan lampion pihaknya mengikuti arahan dari Pemerintah Kota Surakarta.
“Lampion macan tadi pagi sudah kita pindah ke Metta FM, yang lampion di jembatan Pasar Gede juga kita lepas. Sesuai kesepakatan bersama rapat terakhir Sein (15/2/2022) kemarin,” tutur Sumartono.
Sumartono menjelaskan Panitia Bersama Imlek tahun ini dilibatkan dalam rapat penanganan Covid khususnya perihal pemasangan lampion di masa pandemi.
“Jadi pada 3 kali rapat sebelum ini kesepakatan bersama pada rapat pertama lampu lampion dinyatakan tapi cuma 4 jam, kemudian setelah seminggu PTM diberhentikan karena covid naik lantas ada instruksi dimatikan dulu seminggu,” papar Sumartono.
Setelah dimatikan seminggu, Sumartono mengatakan tepat hari Senin kemarin kembali dilakukan raker Covid dan atas kesepakatan bersama dari Gugus Covid dan Muspida Koordinator, usai perayaan Cap Go Meh lampion akan dilepas.
“Kemarin rapat terakhir kesepakatan bersama kita tinggal melaksanakan. Acara terakhir Imlek lampion dinyalakan kemudian malamnya dimatikan sekalian dilepas,” kata Sumartono.
Sumartono mengungkapkan rencana awal sesuai dengan instruksi Pemerintah Kota, lampion akan dipasang selama satu bulan atau sampai akhir Februari. Namun melihat perkembangan situasi yang terjadi dan sesuai dengan kesepakatan bersama diputuskan usai Cap Go Meh lampion akan dilepas.
“Tapi melihat perkembangan Covid saat ini meningkat terus, kemudian ada arahan baru ya sudah dilepas sekalian. Kalau lampion di tempat yang lain masih, belum dicopot,” terang Sumartono.
Dengan lokasi lampion macan yang menjadi icon Imlek tahun ini dipindah ke pelataran Radio Metta FM, Sumartono yang juga adalah Komisaris Metta Media ini menyebut akan melakukan monitor agar tidak terjadi kerumunan di lokasi baru.
“Ya nanti kalau Metta ramai ya tak pindah gudang macan e,” kelakarnya.
Ia mengatakan selama ini meskipun ada spot foto lampion di Metta FM, namun tidak menyebabkan kerumunan oleh pengunjung.
“Banyak yang tertarik foto, tapi tidak yang membludak dan berkerumun gitu, jadi aman. Nanti ya kami monitor kalau ramai ya macan e tak angkut ke gudang,” tandasnya.
Sumartono menambahkan event-event yang dihelat oleh Pemerintah Kota meskipun di tengah pandemi untuk menggerakkan kembali geliat perekonomian.
“Pokoknya kita semua menjaga Kota Solo, termasuk pak Wali pengen ekonomi jalan ya piye carane kita harus mendukung. Kemarin pak Wawali minta kalau lebaran juga pasang lampion entah bentuk ketupat, bedug atau apa, Natal dan Tahun Baru juga disuruh pasang lampion. Pokoknya kami siap kalau didawuhi Pemkot, kita semua support,” ujar Sumartono.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjelaskan dilepasnya lampion di depan Balai Kota dan di jembatan Pasar Gede sehari sesudah Cap Go Meh untuk mengurangi kerumunan masyarakat di area lampion.
Gibran juga mengaku belum ada teguran dari pusat soal kerumunan di Solo khususnya di area pemasangan lampion.
“Kurangi kerumunan aja, lagi naik kok covidnya. Macan nya tidak dicopot cuma dipindah ke Metta FM, biar tidak berkerumun,” pungkas Gibran.







