SOLO, MettaNEWS – Komunitas Ladies Study dari Surabaya, jalan-jalan ke Kota Solo. Setelah dua hari menikmati berbagai objek sembari memperluas wawasan – semangat belajar selalu melekat pada mereka, rombongan menyempatkan diri mampir di studio Metta Solo FM di Jalan Abdulrahman Saleh 17, Solo, Selasa (5/9/2023).
Kedatangan para anggota Ladies Study, disambut hangat oleh Komisaris Utama Metta Solo FM, Sumartono Hadinoto. Suasana hangat pun mewarnai ramah tamah, mereka menyimak sekelumit cerita tentang sejarah dan eksistensi Metta Solo FM, sejak radio kecil hingga diakui sebagai radio swasta terbaik di Jawa Tengah tahun 2022 versi KPID.
Setelah ramah tamah, tiga tokoh Ladies Study, Ursulla Pradjonggo (pendiri) Ina Gunawan (ketua umum) dan Lily Liem (ketua eksekutif) memasuki ruang siaran. Mereka memperkenalkan tentang Ladies Study melalui Metta Solo FM, dengan ditemani penyiar Sesa Clarissa, penyiar perempuan terbaik tahun2022 versi KPID Jawa Tengah.
Berikut dialognya:
Bagaimana terbentuk komunitas Ladies Study?
Ursulla Pradjonggo: Ladies Study berdiri pada tahun 2018. Kita mempelajari kehidupan wanita, kita sadar bahwa perempuan sebagai cikal bakal lahirnya manusia di dunia dan perempuan memiliki multitalenta.
Takdir perempuan adalah sebagai penolong untuk kaum laki-laki. Keyakinan ini menguatkan bahwa perempuan bukan mahkluk sembarangan, serta harus berbekal ilmu kehidupan dan spiritualisme.
Oleh sebab itu Ladies Study adalah sebuah komunitas lintas agama, budaya dan suku. Kita belajar untuk toleransi kepada semua umat.
Ladies Study adalah suatu konsep konsisten dalam jalur studi, dan menggunakan nama “Ladies” karena perempuan bukanlah kata sembarangan.
Jika seorang perempuan muda yang rapuh tidak mendapat pembinaan maka semakin bertambahnya usia akan semakin menurun. Bahkan dapat punah dari kehidupan jika tidak mempelajari suatu ilmu.
Dalam belajar dan mengenal diri sendiri, kita dapat membangun kepercayaan diri karena penting untuk mencntai diri sendiri, dimulai dengan kecintaan terhadap diri dapat membuat menyalurkan kebaikan orang lain.
Target Pencapaian Tercapai 80 Persen

Apa visi dan misi komunitas Ladies Study?
Ursulla Pradjonggo: Visi adalah menjadi sahabat serta memiliki empati terhadap sesama manusia, belajar untuk tersenyum dari hati dan bukan hanya dari wajah saja. Misi adalah menggali spiritualitas melalui gerakan tubuh kita setiap hari, seperti tatapan mata dan senyuman disertai dengan ketulusan.
Bagaimana pelaksanaan visi dan misi dalam komunitas Ladies Study?
Ina Gunawan: Karena terdiri beberapa golongan dan latar belakang, tetapi dengan ketulusan hati dan kemauan untuk membangun dan menolong pada sesama akan membangun mutu. Kita merasa puas karena para anggota terdiri dari perempuan yang berkemauan untuk belajar sehingga tidak sulit untuk mengarahkannya.
Bagaimana pencapaian progres dari komunitas Ladies Study?
Ina Gunawan: Pada tahun kelima telah berkembang delapan puluh persen, dan kami yakin bahwa angka dua puluh persen tidak akan sulit untuk mengejarnya karena kami telah sehati dan sepemikiran.
Acara Ladies Study City Tour ke Solo diharapkan dapat meningkatkan solidaritas sesama anggota, dan kami telah merasakan bahwa hal tersebut telah terwujud.
Dalam komunitas ini, Saya merasakan seperti dalam keluarga besar sesungguhnya yang belum pernah saya dapatkan di komunitas lain, saling merangkul dan saling menyemangati.
Apakah tantangan yang dihadapi ketika memimpin komunitas Ladies Study?
Lily liem: Saya menambahkan apa yang telah disampaikan oleh Ibu Founder dan Ibu Ketua Umum, tantangan yang kami hadapi adalah untuk meningkatkan nilai kehidupan.
Komunitas ini adalah komunitas yang berbeda dari yang lain, kita juga membimbing kepada mereka bagaimana cara untuk melayani, rendah hati, dan supaya sifat kesombongan da lam diri dapat ditekan bahkan hilang karena tantangan terbesar berasal dari dalam diri sendiri, Sebab di rumah kita dilayani tetapi dalam komunitas ini kita harus melayani.
Bagaimana keseruan perayaan hari jadi ke-5 dari komunitas Ladies study?
Ina Gunawan: Dalam setiap ulang tahun kita selalu memperingati, di situ kita merayakan kemajuan kita dari tahun ke tahun. Kita juga memberikan apresiasi kepada mereka-mereka yang benar-benar mau maju, mereka yang benar-benar mau melayani.
Kita memiliki kebiasaan setiap pertemuan, kita ada pembacaan wisdom quote, di situ kita juga praktikkan. Pada waktu ulang tahun itu dan mereka itu all out sekali latihannya. Tidak ada yang bermalas-malasan tetapi kita justru present yang sebaik-baiknya, sehingga pada waktu ulangtahun itu kita merasakan perayaan keberhasilan kita.
Ursulla Pradjonggo: Dan saya tambahkan juga bahwa Ladies Study ingin memperbaiki ibu-ibu untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bagaimana cara pengucapannya, juga dengan rasa percaya diri yang jelas.
Ketika dia tampil ke depan, dia mengalami demam panggung dan mendengar suara dia sendiri. Dia jadi tahu bagaimana caranya berbicara, dia bisa mengukur berbicara Indonesia berbahasa yang benar itu sampai di mana.
Dari dia mengenal itu, dia akan maju, dampaknya adalah generasi ke generasi. Indonesia yang sehat, Indonesia yang baik.Itu akan menjadi suatu harta bagi bangsa kita. Jangan kita sebagai pendatang hanya memikirkan keuntungan bisnis saja, namun harus dibangun dari generasi yang benar generasi yang cerdas lewat perempuan yang hebat-hebat ini. Seperti Bu Ina dan Bu Lily Liem ini.
Ina Gunawan: Ada yang istimewa saat kita merayakan ulang tahun ke-5 dengan hadirnya Bapak Sumartono Hadinoto. Beliau hadir dan memberikan sambutannya yang berisikan semangat kepada kita semua. Kita bangga memiliki seorang pembina seperti Bapak Sumartono.
Keanggotaan Komunitas Ladies Study

Berapa jumlah anggota komunitas Ladies Study?
Ursulla Pradjonggo: Awalnya ada enam orang termasuk saya dan Bu Ina, dan sekarang ada enam puluh tiga.
Apa syarat menjadi anggota Ladies Study?
Ursulla Pradjonggo: Syaratnya sangat mudah, yaitu mempunyai yang baik terhadap lingkungan. Kita mengajukan kepada seluruh anggota apakah sister yang baru ini disetujui oleh semua anggota. Sebenarnya tidak syarat yang aneh-aneh yaitu bebas dari kasus kriminal, rekam jejak kehidupan itu penting sekali.
Apa makna kemerdekaan untuk Ladies Study berdiri?
Ursulla Pradjonggo: Karena ingin melepaskan diri dari ketakutan diri dan trauma masa lalu atau terluka oleh siapa pun. Kemerdekaan itu adalah sama, kemerdekaan yang sedang kita usung di Ladies Study.
Rombongan Ladies Study datang ke Solo dalam rangka apa?
Ina Gunawan: Kami mengadakan kunjungan balasan, dan Bapak Sumartono menyambut kita dengan sangat hangat. Kita diajak ke wedangan yang merupakan suatu pengalaman bagi kita.
Destinasi lain apa lagi selain ke wedangan?
Ursulla Pradjonggo: Kita makan siang di Adem Ayem kemudian kita makan makanan khas Solo, terus kita check-in di hotel kemudian kita ke Mangkunegaran. Menikmati bersantap di Pracima Tuin yang sangat luar biasa.
Ternyata kota Solo indah sekali, banyak cerita-cerita sejarah. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pejabat dan seluruh masyarakat Solo. Kota Solo saya rasakan berbeda, serperti rumah bagi saya. Tidak ada arogansi dan sangat halus dalam bertutur kata.
Apa yang Ladies Study ingin sampaikan kepada perempuan Indonesia?
Ursulla Pradjonggo: Semoga keberadaan Ladies Study bisa menginspirasi perempuan Indonesia, agar mau belajar tiada henti dan mau menerima kritik yang membangun. Karena kita sebagai perempuan adalah tonggak dalam keluarga, apabila kita bisa mendidik dan menjaga keluarga kita dengan baik, maka keluarga kita akan sehat dan Indonesia akan maju.
Lily Liem: Harapan saya untuk Ladies Study agar meningkatkan gaya hidup untuk lebih rendah hati dan bisa melayani.
Ursull Pradjonggo: Perempuan Indonesia adalah perempuan yang cerdas dan cantik, fokuslah pada pengembangan diri dan berguna bagi keluargamu. Selamat kepada perempuan Indonesia. Majulah Indonesiaku, Indonesia sehat bermartabat!.
Ina Gunawan: Kami berterimakasih kepada Bapak Sumartono dan seluruh staf dan kru Metta Solo FM, semoga Metta Solo FM semakin maju dan berdampak bagi masyarakat. (penulisan dibantu mahasiswa magang Unisri Solo: Johan, Yunda, Diki)








