SURABAYA, MettaNEWS – Kebahagiaan seorang wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk hubungan yang harmonis dengan pasangan dan keluarga, pemenuhan diri melalui karier atau hobi, serta kesehatan fisik dan mental.
Selain itu, keyakinan spiritual, rasa syukur, dan kemampuan menerima diri sendiri serta beradaptasi dengan perubahan juga memegang peranan penting.
Ladies Study, sebuah komunitas perempuan di Surabaya yang fokus pada pembelajaran, pengembangan diri, dan peningkatan kualitas hidup wanita menyadari pentingnya mencari dan memahami kebahagiaan itu bagi seorang perempuan.
Melalui konsep baru yang diusung yakni Living Room Talk, Ladies Study ingin membentuk perempuan yang mampu menjadi leader yang baik bagi keluarga dan kehidupan tanpa harus merelakan kebahagiaannya.

Dalam sesi Living Room Talk bertemakan Perempuan Bahagia pada Selasa 9 Desember 2025 di Voda Bistro Vasa Hotel Surabaya, Ladies Study menghadirkan pembicara dari tokoh perempuan bijak, Catharina Yusuf untuk berbagi tips menjadi perempuan yang bahagia dalam menghadapi lika-liku berumah tangga.
Catharina merupakan sosok perempuan hebat, istri seorang Pastor Gereja Mawar Sharon (GMS) Jusuf Santosa, yang baru saja merayakan 51 tahun usia pernikahannya pada Juli lalu.
Catharina berbagi banyak hal tentang bagaimana menjadi seorang perempuan bijak yang sabar, perempuan yang mau belajar dan mampu mengendalikan diri.
Sesi dialog berjalan dua arah antara pembicara dan peserta. Para sista Ladies Study antusias untuk bertanya dan tak ragu untuk saling sharing mengenai permasalahan rumah tangga yang dialami.
Sesi ini menghangatkan suasana, para sista Ladies Study tak lagi ragu, mereka mendapatkan sudut pandang baru mengenai arti kebahagiaan dari seorang Catharina Yusuf.

Founder Ladies Study, Ursulla Maharani Pradjonggo memetik makna mendalam pada Living Room Talk Perempuan Bahagia bersama Catharina Yusuf.
Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai Ladies Study, pihaknya sepakat bahwa perempuan adalah bagian yang penting dalam menentukan arah rumah tangga maupun kehidupan bagi seorang anak.
“Penting sekali peran dari ibu Catharina Yusuf ini karena beliau adalah seorang tokoh perempuan bijak. Sehingga tujuan Ladies Study adalah bagiamana perempuan itu menjadi bagian yang sangat penting dalam keluarga dan dalam kehidupan, menjadi seorang pendidik, menjadi sesorang yang menularkan kesabaran, kekuatan,” ujarnya kepada Mettanews, Selasa (9/12/2025).
Ursulla tahu betul bahwa perempuan yang berbahagia akan menurunkan generasi yang lebih sehat dan berbahagia pula.
Perempuan yang memiliki tingkat emosional yang matang mampu menjadi leader yang baik bagi keluarga, tempatnya bekerja dan lingkungan tempatnya bernaung.
“Perempuan kalau tidak belajar dia akan memiliki emosi yang liar, namun dengan perempuan belajar dibekali, perempuan akan tahu kapan mengendalikan diri. Dan inilah leadership, kita memiliki tujuan leadership pada perempuan untuk melayani dengan kesabaran, belajar berpikir, belajar melihat dan merespons masalah dengan bijak. Sehingga bisa menurunkan generasi yang lebih sehat dan berbahagia oleh perempuan yang berbahagia,” urainya.
Ursulla memetik pesan berharga dalam dialog interaktif ini. Founder Ladies Study ini memahami pentingnya intropeksi diri bagi seorang perempuan.
“Pesan yang ditekankan adalah perempuan harus intropeksi, perempuan harus kontemplasi. Harus mengerti kekurangannya, sebelum kita menunjuk orang lain yang salah. Kita tidak bisa mengendalikan orang di luar kita tapi kita bisa mengendalikan diri kita, seperti itu yang saya tangkap dari ibu Catharina Yusuf,” jelasnya.
Melihat banyaknya dampak positif dari konsep baru ini, pihaknya berencana untuk merutinkan Living Room Talk sebagai bentuk komitmen Ladies Study yang fokus pada berbagai diskusi, seminar, dan kelas yang membahas etika, kebajikan, soft skills seperti networking dan hospitality, hingga spiritualitas lintas agama dan budaya.
“Akan dirutinkan, diskusi ini menjadi konsep baru dari Ladies Study yang lebih akrab dan terbuka. Komunikasi dua arah sehingga masalah-masalah yang terjadi itu bisa lebih disharingkan dan mendengarkan solusi-solusi yang baik bisa membantu pembekalan menjalani kehidupan,” kata Ursulla.
Ursulla menaruh harapan bahwa Living Talk Room ini dapat memperluas keluarga yang sehat. Terutama bagi para wanita agar bisa mendidik anaknya dengan benar, sehat dan memiliki kontribusi kepada bangsa dan negara Indonesia.

Senada dengan Urusulla, Lily Liem, Ketua Executive Ladies Study sepakat bahwa Living Room Talk para sista dengan Catharina Yusuf merupakan dialog yang memiliki banyak makna positif.
“Saya setuju dengan yang dikatakan ibu Catharina Yusuf suatu dialog yang sangat mengena bagi perempuan Indonesia. Jadi kita sebagai perempuan untuk bisa bahagia bagaimana kita harus bisa mensyukuri keadaan, memaafkan dan membuang energi negatif yang ada,” ujar dia.
Lily belajar mengenai bagaimana tindak tanduk seorang perempuan dalam menghadapi biduk rumah tangga. Bagaiamana perempuan mampu mengunci diri dari perangai yang buruk dan merugikan orang lain.
“Bagaimana kita bahagia untuk diri kita sendiri, bahkan untuk di sekitar rumah kita. Jadi kita belajar untuk mengunci diri, menjaga perkataan-perkataan kita. Kita juga menerima apa yang kita alami dalam rumah tangga,” katanya.
Sosok Catharina Yusuf sebagai seorang pakar yang berpengalaman dan dikenal oleh masyarakat Surabaya sangat layak dihadirkan dalam dialog ini. Catharina adalah sosok panutan.
“Pesan dari bu Yusuf harus belajar mengunci diri, memaafkan itu tadi yang paling penting. Ladies Study ini kita mengadakan acara study setiap bulannya, jadi dengan berbagai topik dan makna yang disampaikan untuk memberikan wawasan kepada ibu-ibu untuk belajar mandiri, belajar menjadi seorang ibu yang bijak,” tukasnya.

Living Room Talk ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Catharina Yusuf yang telah berbagi ilmu mengenai perempuan bahagia pada hari ini. Catharina berdoa di Natal tahun ini, suka cita dapat dirasakan oleh semua orang.
“Saya terus berdoa supaya Natal ini merupakan bagian dari semua orang. Semua orang harus mendapatkan Natal karena arti dari Natal yang sesungguhnya adalah Yesus lahir dalam hati kita dan dia bertakhta dan dia memberikan kedamaian,” ujar Catharina saat ditemui di sela-sela acara.

Catharina merasa takjub dengan adanya Ladies Study sebagai komunitas yang mampu menjadi wadah bagi para perempuan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kekagumannya kepada Founder Ladies Study, Ursulla Maharani Pradjonggo.
“Bagus sekali Ladies Study merupakan sebuah wadah di mana yang tidak dapat dijangkau oleh semua orang sampai gereja pun tidak bisa menjangkau ini. Kita harus satu seperti bu Ursulla berusaha menangani sampai dalam itu yang kita harapkan dari gereja,” tukasnya.












