SOLO, MettaNEWS – Manajemen Bajaj Maxride melakukan audiensi resmi dengan Dinas Perhubungan Kota Solo, Kamis (4/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, tim Maxride memaparkan berbagai manfaat sosial yang telah terbukti di sejumlah kota operasional seperti Makassar, Medan, dan Yogyakarta yang akan diterapkan pula di Kota Solo dalam waktu dekat.
Pada kesempatan ini, manajemen Maxride menjelaskan bahwa kehadiran mereka di berbagai kota sebelumnya telah berhasil menyerap ribuan tenaga kerja lokal sebagai mitra pengemudi aplikasi.
Banyak dari mitra tersebut mampu meraih pendapatan stabil hingga ratusan ribu rupiah per hari, yang memberikan peningkatan signifikan terhadap kesejahteraan dan taraf hidup keluarga mereka.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad, menyampaikan apresiasinya terhadap rencana ekspansi Maxride.
“Kami selalu menyambut baik setiap investasi dari luar yang masuk ke Kota Solo, termasuk kehadiran bisnis Bajaj Maxride. Pada prinsipnya, Maxride dapat melanjutkan operasional di Kota Solo dengan tetap mematuhi seluruh aturan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Pernyataan tersebut diamini oleh Antonio Gratiano, General Manager Bajaj Maxride, yang menyatakan bahwa perusahaan sepenuhnya siap menjalankan operasional sesuai regulasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra transportasi yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada kemajuan kota,” ujar Antonio.
Dalam kesempatan yang sama, Yulianto Nugroho, Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran, menambahkan bahwa pihaknya akan membantu membuka jalur komunikasi antara Maxride dengan komunitas pengemudi transportasi online lainnya di Solo.
Termasuk pengemudi Becak Listrik, untuk memastikan harmonisasi dalam ekosistem transportasi kota.
Audiensi itu sekaligus membahas peluang kerja sama strategis yang dapat dijalankan pada tahun 2026 untuk mendukung berbagai program Dinas Perhubungan Kota Solo. Sekaligus memperkuat peran Maxride sebagai mitra mobilitas yang memberi dampak positif bagi masyarakat
Maxride Berkomitmen Hadirkan Dampak Sosial Ekonomi
Maxride berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi modern yang tidak hanya aman dan terjangkau, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Maxride menginformasikan bahwa model pemberdayaan tenaga kerja ini diharapkan dapat mendukung upaya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Solo, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar 4,61% atau sekitar 13.200-an jiwa.
Selain kontribusi dalam sektor ketenagakerjaan, Maxride juga memaparkan perannya sebagai moda transportasi penghubung (feeder) untuk memperkuat ekosistem transportasi yang sudah ada di Solo.
Layanan Maxride dapat menjadi solusi perjalanan dari rumah menuju shelter transportasi publik, terminal dalam maupun luar kota, serta titik-titik mobilitas penting lainnya.
Dengan tarif yang sangat terjangkau serta kemampuan beroperasi dalam segala kondisi cuaca, Bajaj Maxride diharapkan menjadi alternatif transportasi publik baru yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh armada Bajaj Maxride telah menggunakan unit modern Bajaj RE yang dibekali mesin 4 langkah dengan teknologi mutakhir DTSI (Double Twin Spark Injection).
Kabin pengemudi dan penumpang dirancang lebih luas, lengkap dengan ruang penyimpanan, serta dilengkapi perangkat audio berupa MP3 Player dan Radio yang menambah kenyamanan selama perjalanan.
Teknologi ini merupakan langkah perusahaan untuk menghadirkan standar transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Tentang Bajaj RE Indonesia
Bajaj RE Indonesia adalah penyedia solusi transportasi modern yang mengutamakan keberlanjutan dan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Melalui perluasan layanan dan peluang investasi yang inklusif, Bajaj RE Indonesia terus berkomitmen menghadirkan mobilitas ramah lingkungan, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di setiap kota tempatnya beroperasi.







