SOLO, MettaNEWS – Tembok Benteng Dalem Singoprajan berusia 277 tahun dirobohkan pemilik lahan, Jumat, (8/7/2022). Alasannya, pemilik lahan ingin membangun ulang tembok yang dirasa sudah tua agar kokoh.
Sebagai pemilik, Bagas (23) takut tembok dalam lahan yang telah ayahnya beli membahayakan warga. Niatnya, usai bangunan setinggi 330 meter tersebut selesai dirobohkan, nantinya ia akan membangun fondasi cakar ayam.
“Saya perbaiki saya kasih fondasi rencananya saya kasih cakar ayam pembersihan biasa kayak bangun-bangun pagar biasa gitulah semua,” kata Bagas, Jumat sore.
Pihaknya yang telah berniat membuat pagar bekas bangun tersebut memesan alat berat ekskavator lewat Facebook dengan biaya sewa Rp 230 ribu/jam. Aktivitas pembongkaran berjalan selama satu jam sejak pukul 08.00-09.00 pagi. Dikatakannya, warga sekitar mengetahui ketika alat berat ini masuk ke dalam pekarangan benteng.
“Ya tau (warga) saya masukin juga barusan, baru hari ini lah, tadi pagi. Banyak orang yang tahu juga. Rp 230 ribu per jam rencananya mau dirobohkan semua,” terangnya.
Bagas yang juga merupakan warga RT 2 RW 2 Kelurahan Singoprajan, Kecamatan Kartasura ini membeli tanah seluas 5.00 meter persegi. Telah memegang Surat Hak Milik (SHM), pihaknya menyebut saat membeli tanah sudah diukur Badan Pertanahan Negara (BPN) Sukoharjo.
“Kalau dari dalam mungkin tembok ndak masuk ndak masalah saya. La nek dari luar kan otomatis di dalamnya punya saya. Hak saya. Masuk dalam sertifikat SHM atas nama Sudino sudah lunas sudah lama wong saya beli sudah dari pokoke 4 tahun lebih. Saya kan sudah satu tahun tinggal di sini,” terang Bagas.
Berniat untuk merobohkan semua tembok sepanjang 27,5 meter, saat ini bangunan tersebut telah roboh selebar 9 meter dan tak lagi dilanjutkan setelah memancing kehebohan. Pihaknya membeberkan tembok tersebut sebelumnya telah roboh 2-3 meter dan telah ia tambal agar tak membahayakan. Setelah ini, ia akan menunggu keputusan dari pihak berwenang.
“Nunggu keputusan nanti gimana kalau nggak diteruskan ya nggak apa-apa kalau diteruskan ya nggih, bukannya apa-apa, kalau jatuhin nanti ujung-ujungnya yang dicari yang punya, yang roboh sebelah sana di depannya ada rumah, rubuh sekitar 2-3 meter, sama bawahnya pernah longsor sudah saya tambal,” beber Bagas.








