Sapi Kurban Seharga Rp 109 Juta dari Presiden Jokowi Ternyata Punya Nama Panggilan  

oleh
oleh
Harus Alrosid (tengah) memeriksa kesehatan sapi | dok pribadi

SOLO, MettaNEWS – Ada cerita menarik dari sapi kurban yang dibeli Presiden Joko Widodo yang diserahkan ke Masjid Agung Surakarta. Rencananya sapi milik Harun Alrosid (35 tahun) peternak dari Desa Kedungdowo Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali ini akan sampai di Masjid Agung Solo siang ini, Sabtu (9/7/2022). 

Harun menjelaskan sapi yang dipilih oleh Dinas Peternakan Kabupaten untuk dibeli Presiden Jokowi ini termasuk sapi ‘klangenan’ yang ia pelihara mulai dari lahir (pedetan) hingga sebesar ini dengan berat 1 ton lebih 10 kg. 

Bahkan, Harun memberikan nama panggilan Boni untuk sapinya tersebut. Boni dipelihara Harun selama 5 tahun. 

“Saya pelihara Boni dari pedetan (anakan) sampai 5 tahunan ini. Boni ini dari ide saya sendiri, hasil kawin suntin yang saya kerjakan sendiri dan saya besarkan sampai 5 tahun,” cerita Harun ketika dihubungi melalui telepon oleh mettanews.id, Jumat (8/7/2022). 

Sapi jenis Limosin dengan berat 1.010 Kg milik Harun Alrosid, Andong Boyolali dibeli Presiden Jokowi untuk kurban Idul Adha 2022 | dok pribadi

Harun menyebut, Boni adalah sapi klangenan, untuk hobi dan hiburan baginya. 

“Boni itu juga hiburan untuk klangenan, hobi hasil peranakan sendiri kan beda sama yang beli, Saya anggap ini sebagai tabungan,” tutur Harun. 

Dari anakan hingga menjadi besar dengan berat 1.010 Kg, Harun mengaku merawat Boni sapi jenis Limosin ini seperti sapi-sapi lainnya. 

“Perawatannya mudah, yang penting makannya teratur, di kombor (pakan yang memanfaatkan bahan-bahan sumber daya lokal dalam bentuk pakan basah).Merawat Boni ini tidak banyak hambatan,” terangnya. 

Bapak dua orang putri ini menuturkan cukup senang saat mengetahui sapinya dipakai kurban untuk Pak Jokowi. 

“Ya di sisi lain bangga karena sapi saya dipilih untuk kurban dari Pak Jokowi, selain senang dibeli dengan harga Rp 109 juta, tapi kan lebih ke rasa puas, luar biasa rasanya,” pungkas Harun ramah.