SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Baitul Arqam, 229 Murid Dibina Jadi Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 229 murid kelas III, IV, dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Baitul Arqam selama dua hari, Kamis-Jumat (15-16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi upaya memperkuat ideologi Islam, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter murid yang berakhlak mulia.

Mengusung tema “Menghidupkan Ideologi Muhammadiyah dan Meneladani Tokoh untuk Pendidikan Berkemajuan di Era Disrupsi”, kegiatan ini dirancang untuk membekali murid dengan fondasi spiritual dan ideologis yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, mengatakan Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarana pembinaan karakter dan kemandirian murid.

“Program ini merupakan sarana strategis untuk melatih kemandirian para murid, menjadi momentum berharga untuk bermuhasabah diri, sekaligus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar,” ujar Nursalam dalam sambutan pembukaan.

Untuk mendukung efektivitas pembelajaran sesuai usia peserta, kegiatan dibagi menjadi dua lokasi. Murid kelas III mengikuti rangkaian materi di Ruang Haji Isa, gedung selatan. Sementara itu, murid kelas IV dan V menjalani kegiatan di Ruang Muhtadi, gedung utara.

Kelas III Belajar Akhlak, Ibadah, dan Menghargai Waktu

Rangkaian materi untuk murid kelas III menghadirkan dua narasumber, yakni Kak Junianto dan Kak Ilham.

Dalam pemaparannya, Kak Junianto menekankan pentingnya empat pilar kekuatan yang perlu dimiliki seorang anak saleh, meliputi kekuatan fisik, penguasaan ilmu pengetahuan, kemapanan harta, serta keteguhan iman dan akhlak.

Ia juga mengingatkan murid tentang pentingnya mensyukuri nikmat sehat dan waktu luang. Mengacu pada hadis riwayat Bukhari, para murid diajak memanfaatkan masa pertumbuhan untuk melakukan kegiatan positif dan meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Materi berikutnya disampaikan Kak Ilham yang mengajak murid memahami pentingnya mendirikan salat dengan khusyuk serta membiasakan membaca dan mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup seorang Muslim.

Untuk mengukur pemahaman peserta, setiap sesi ditutup dengan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan pemberian hadiah kepada murid yang aktif mengikuti pembelajaran.

Murid Kelas IV dan V Mendalami Seni Tilawah

Di gedung utara, murid kelas IV dan V mendapatkan materi dari Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LTQ) An-Nashru Solo. Mereka diperkenalkan pada pola dasar seni membaca Al-Qur’an, khususnya lagu Nahawand.

Para murid mempelajari tiga variasi pola nada, yaitu tinggi-rendah, tinggi-sedang-rendah, serta tinggi-rendah-angkat tinggi-rendah.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif ketika murid diberi kesempatan maju ke depan untuk mempraktikkan pola nada yang telah dipelajari. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang seni tilawah, tetapi juga berlatih keberanian dan kepercayaan diri.

Selanjutnya, Kak Anas menyampaikan materi mengenai kiat menjadi Muslim yang baik di era modern. Ia menekankan empat aspek utama, yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., membentuk akhlak mulia, berbuat baik kepada sesama, serta membiasakan diri menjadi pribadi yang tekun beribadah.

Murid juga diajak menjauhi perilaku perundungan atau bullying, baik melalui perkataan maupun tindakan. Pesan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter agar nilai-nilai keislaman tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat berinteraksi dengan teman.

Antusias Ikuti Kegiatan, Murid Raih Juara Kelompok

Salah satu murid kelas III, Kalani Lentera Insani, mengaku antusias mengikuti Baitul Arqam. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama yang memberikan kesempatan untuk belajar agama sekaligus berlatih disiplin dan tanggung jawab.

“Alhamdulillah, kelompokku terpilih menjadi juara 1. Sistem penilaian dimulai dari kedatangan peserta, ketertiban melaksanakan ibadah salat dan tadarus Al-Qur’an, kerapian menjaga kebersihan ruangan, skor tertinggi mengerjakan LKPD, dan prosesi penutupan,” ucapnya.

Penilaian kelompok tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kedisiplinan hadir, ketertiban beribadah, kebersihan ruangan, hingga hasil pengerjaan LKPD. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga penerapan kebiasaan baik selama mengikuti program.

Melalui Baitul Arqam, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap murid mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Pembinaan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk menghadapi tantangan era modern dengan tetap berpegang pada nilai agama dan karakter positif.