SOLO, MettaNEWS – Bank Indonesia Solo kembali mengadakan Kenduren UMKM Solo Raya 2023. Tahun ini Kenduren UMKM mengangkat tema UMKM Naik Kelas, Berjaya di Pasar Nusantara, Merambah Mancanegara.
Kenduren UMKM yang berlangsung dari tahun 2020 ini fokus pada sinergi pentahelix dalam mendorong UMKM naik kelas, go digital dan go global.
Pembukaan Kenduren UMKM 2023 oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Wakil Wali Kota Surakarta, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, jajaran Forkopimda Surakarta, dan Ketua Umum Kadin Jawa Tengah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengaku sangat terkesan dengan pembukaan Kenduren UMKM di Solo.
“UMKM Solo dan sekitarnya memang sudah saatnya merambah manca negara. Saya terkesan dengan Kenduren UMKM Solo ini. Kolaborasi pentahelix nya sangat kuta. Menjadikan UMKM penting untuk kita semua.Kalau mengerjakannya keroyokan seperti ini UMKM Solo bisa mendunia,” ujarnya pada pembukaan Kenduren UMKM di Atrium Solo Square Mall, Jumat (21/7/2023).
Berdasarkan data, lanjut Destri ada 28 UMKM yang sudah mendapat kesempatan untuk memamerkan produknya hingga mancanegara.
“Ini pertama kalinya saya membuka UMKM dengan menggandeng Kadin dari awal. Padahal Kadin ini isinya pengusaha-pengusaha besar. Tetapi mau turun tangan untuk menjadi pembimbing dan curator buat UMKM,” ungkapnya.
Destri mengungkapkan, Bank Indonesia terus mendukung pengembangan UMKM bersama-sama dengan berbagai pihak.
“Kunci untuk UMKM adalah KIS yaitu Konsisten, Inovasi, dan Sinergi. Bank Indonesia akan Konsisten mendorong UMKM melalui strategi korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Juga akan mendorong Inovasi dalam pengembangan UMKM melalui digitalisasi UMKM. Selanjutnya, Sinergi menjadi kunci penting, bahwa dalam menjawab tantangan perekonomian nasional dibutuhkan dukungan banyak pihak baik di Pusat maupun daerah,” urainya.
Destri mengatakan besarnya kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sekitar 60% dengan serapan tenaga kerja nasional sekitar 97%. Bank Indonesia bersama Pemerintah terus berkomitmen mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas. Dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.
Rangkaian acara adalah pra event sebagai Road to Kenduren UMKM. Antara lain kurasi produk UMKM bersama agregator Prancis, Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Komunitas Kerabat UMKM Solo Raya (Kersa). Pelepasan kontainer ekspor produk UMKM Solo Raya, pelatihan onboarding UMKM Solo Raya. Pelatihan sertifikasi kurator pendamping UMKM, dan business matching pasar lokal bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta.
Sebagai selebrasi dan puncak acara, Kenduren UMKM 2023 menyelenggarakan pameran produk unggulan dan berbagai aktivasi kegiatan bersinergi dengan stakeholders bertempat di Mall Solo Square pada 21-23 Juli 2023.
Wakil Wali Kota Teguh Prakosa mengatakan tema Kenduren UMKM tahun ini sejalan dengan semangat go global, bahwa selain menguasai pasar dalam negeri, juga dapat merambah menjelajah pasar ekspor.
“Sinergi pentahelix antara Bank Indonesia Solo, akademisi, pemerintah daerah, aggregator/swasta, dan komunitas dalam upaya pengembangan UMKM harapannya dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelas Teguh.
Dalam event ini juga berlangsung penandatanganan MoU antara UMKM dengan aggregator Prancis mengenai kerja sama titip jual (konsinyasi) produk UMKM di Prancis. Selain itu, juga Perjanjian Kerja Sama antara UNS dengan Komunitas Kersa mengenai kerja sama pelaksanaan pendampingan UMKM go export yang sinergi melalui Program Kampus Merdeka. Dengan menugaskan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pendampingan UMKM melalui program KKN Tematik.
Pameran produk unggulan pada Kenduren UMKM 2023 diikuti oleh 153 UMKM dalam 26 booth. UMKM ini terdiri dari UMKM ekspor yang produknya telah diberangkatkan ke Galeri Indonesia di Prancis. UMKM dan klaster binaan & mitra Bank Indonesia Solo, serta anggota komunitas Kersa yang telah melalui proses registrasi dan kurasi.
“Inovasi dan sinergi dalam pengembangan UMKM melalui penyelenggaraan Kenduren UMKM 2023 kami harapkan dapat mendukung momentum akselerasi pemulihan ekonomi paska pandemi. Serta menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Pengembangan UMKM merupakan prasyarat untuk mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Teguh.







