Semarak Kenduren UMKM 2025 Jadi Simbol Kolaborasi dan Kebangkitan Ekonomi Daerah

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kegiatan Semarak Kenduren UMKM 2025 ‘Merawat Tradisi, Merayakan Inovasi, UMKM Lestari’ resmi digelar sebagai puncak perayaan pengembangan UMKM se-Solo Raya, dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan daerah. Acara ini berlangsung meriah di atrium Solo Square, Minggu (27/7/2025) dihadiri perwakilan dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga tokoh kebudayaan.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi untuk memperkuat sektor UMKM dan kebudayaan.

“Kenduren UMKM ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol perayaan kolaborasi yang nyata antara pemangku kebijakan dan pelaku ekonomi di Solo Raya,” ujarnya.

Tema yang diangkat, “Merawat Tradisi, Merayakan Inovasi, UMKM Lestari”, menjadi refleksi dari komitmen menjaga kekayaan budaya lokal sambil mendorong inovasi yang relevan dengan zaman.

“Kita punya tradisi batik, kuliner, wastra, dan kerajinan yang harus dijaga. Tapi kita juga harus adaptif, inovatif, agar UMKM tetap kompetitif di tengah gejolak ekonomi global,” lanjutnya.

Acara berlangsung selama dua hari, menampilkan 53 UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia dari 7 kabupaten/kota Solo Raya. Hingga Sabtu siang, total transaksi telah mencapai Rp634,5 juta dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam.

Beragam kegiatan turut meramaikan gelaran ini, mulai dari workshop bertema budaya seperti ramu aroma nusantara dan wastra wicara, hingga lomba kreatif seperti berkat cangkir dan pemilihan juara jualan. Kehadiran para tokoh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perbankan, hingga Ketua Kadin Surakarta Ferry Sutrisno juga menunjukkan kekompakan lintas sektor dalam mendukung UMKM lokal.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, mewakili Wali Kota REspati Ardi yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, UMKM telah terbukti sebagai penopang ekonomi yang tangguh, bahkan di tengah tantangan global.

“UMKM tidak mengenal batasan. Ia tumbuh dari kreativitas dan inovasi masyarakat. Pemerintah Kota Surakarta telah mengelompokkan UMKM menjadi tiga kategori dan menyiapkan intervensi sesuai karakteristiknya agar bisa naik kelas,” ujar Budi.

Ia juga menekankan pentingnya memaknai Solo Raya bukan hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai kawasan aglomerasi ekonomi yang solid.

“Transaksi Solo Raya Great Sale 2025 sudah menembus Rp10 triliun. Ini bukti bahwa kita bisa bergerak bersama dan ekonomi daerah tetap bergairah,” tambahnya.

Kegiatan Kenduren UMKM Solo Raya 2025 diharapkan menjadi awal dari agenda tahunan yang berdampak luas, inklusif, dan membanggakan, sekaligus membawa optimisme baru dalam pemberdayaan UMKM di wilayah Solo Raya.