Kelompok Barongsai Tripusaka Kebanjiran Job Tampil ke Mal-mal se-Solo

oleh
Barongsai
Atraksi bambu kelompok Barongsai Tripusaka, Sabtu (14/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jelang Tahun Baru Imlek 2023, kelompok Barongsai Tripusaka banjir job atau undangan mal-mal se Kota Solo. Lantaran banyaknya undangan ini latihannya pun kian intens.

Pembina Barongsai Tripusaka, Adjie Chandra mengatakan biasanya latihan hanya dilakukan di hari Rabu, Jumat dan Minggu. Namun saat ini kelompok kesenian khas Tionghoa itu giat berlatih kapan saja saat cuaca cerah.

“Karena job Imlek cukup banyak begitu cuaca cerah anak-anak pada latihan khususnya yang tunggal karena tidak setiap hari latihan dilatih,” katanya saat ditemui MettaNEWS, Sabtu (14/1/2023).

Total ada 80 anggota yang tergabung dalam kelompok Barongsai Tripusaka.  Namun tidak semua anggota ini ikut latihan setiap waktu di Lithang Kebajikan Jalan Drs. Yap Tjwan Bing, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Solo.

“Yang ini juga terbatas hanya beberapa personel supaya kita bisa main maksimal buat yang sudah mengundang kita, ya ini kan anak-anak punya ide setiap cuaca cerah mereka latihan,” tambahnya.

Atraksi Ekstrem Barongsai Tripusaka

Barongsai
Kelompok Barongsai Tripusaka berlatih di Lithang Kebajikan Solo, Sabtu (14/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Adjie menuturkan penampilan kelompok barongsai yang dipimpinnya berbeda-beda berdasarkan lokasi dan juga permintaan.

“Kalau untuk atraksi khusus yang di mal di Solo bahkan di The Park itu dua kali lainnya sekali-kali. Kalau untuk perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Solo kan ada perayaan di sana kan itu hanya acara biasa. Sorenya mungkin nanti ada atraksi barongsai bergiliran kita mulai jam 3 sore di luar, kalau pas malam ya di dalam buat menyambut Pak Wali,” katanya.

Kelompok yang telah ada sejak 1999 ini juga kerap mewarnai karnaval Grebeg Sudiro. Berbeda dengan job mal, saat karnaval tidak ada atraksi ekstrem yang dilakukan.

“Atraksi sebentar tapi yang ekstrem nggak mungkin. Cap Go Meh nanti hari Minggu selesai kirab kami sorenya masih tampil di Pendapi Gede,” kata dia.

Pantauan MettaNEWS, tampak beberapa anak-anak dan juga orang dewasa berlatih liong maupun barongsai di atas tonggak dengan ketinggian yang berbeda-beda. Yang mana tonggak-tonggal ini tersusun dari yang paling pendek hingga paling tinggi.

Anak-anak maupun orang dewasa tersebut begitu lihai kesana kemari menggunakan atribut barongsai. Seiring alunan musik mereka mulai melakukan atraksi.

“Barongsai itu ada dua jenis tradisional dan internasional. Lha ini yang internasional jadi ada tiga rangkaian tonggak dengan minimal 22 tonggak dengan berbagai ketinggian. Itu nanti ada aturannya jaraknya harus berapa meter,” ujarnya.

“Ada juga yang tradisional main di lantai cuman boleh pakai alat bantu hanya saja ada ketentuan nggak boleh setinggi 2 meter panjangnya nggak boleh 10 meter,” tambahnya.