SOLO, MettaNEWS — Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo menerima dua predikat nasional bergengsi, yakni sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial (PM dan KKA), serta Sekolah Unggul Utama Muhammadiyah.
Penetapan sebagai Sekolah Model mengacu pada keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Tahun 2026.
Program ini merupakan inisiatif nasional untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, serta menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Sekolah yang terpilih diproyeksikan menjadi rujukan implementasi pembelajaran inovatif di daerah, dengan sejumlah kriteria seperti akreditasi minimal B, capaian rapor pendidikan kategori baik, kemampuan literasi dan numerasi yang memadai, serta dukungan kuat dari pemangku kepentingan.
Selain itu, sekolah model memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi, sumber praktik baik, serta penggerak ekosistem pendidikan melalui kolaborasi dan pengimbasan.
Tak hanya itu, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo juga ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Utama berdasarkan keputusan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2026, menempatkannya sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan Muhammadiyah di tingkat nasional.
Kepala sekolah, Nursalam, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut yang menjadi kado istimewa menjelang Hardiknas.
“Ini adalah amanah besar yang harus kami jawab dengan kerja nyata, pelayanan terbaik, dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya, Sabtu (2/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, sekolah menyiapkan langkah strategis melalui program rebranding kelembagaan guna memperkuat identitas sebagai sekolah unggulan masa depan. Upaya tersebut meliputi penguatan citra, peningkatan layanan akademik dan nonakademik, transformasi budaya kerja profesional, serta perluasan jejaring kolaborasi nasional dan internasional.
“Kami akan menyusun peta jalan pengembangan yang terukur agar sekolah semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan unggul, Islami, modern, dan berprestasi,” tegasnya.
Ke depan, pengembangan sekolah akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni keunggulan akademik (excellence), keterampilan masa depan (future skills), dan penguatan karakter (character).
Berbagai program pun akan diperkuat, mulai dari literasi, numerasi, STEM, coding, robotika, riset siswa, public speaking, kewirausahaan, hingga tahfiz dan kepemimpinan.
Menurut Nursalam, capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta dukungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Dengan dua pengakuan nasional tersebut, SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo optimistis mampu semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah dasar unggulan di Soloraya sekaligus rujukan pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional.








