Belajar dari Alam, Siswa Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Seru-Seruan Tanam Cabai di Hortimart

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Suasana belajar berbeda dirasakan 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat saat mengikuti kegiatan field trip edukatif di Hortimart Agro Center, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Plant a Seed, Watch it Grow: Plant Seeds and Track Growth.

Program ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang menggabungkan materi akademik dengan pengalaman langsung di alam. Selain mendukung pembelajaran Seni Rupa, kegiatan ini juga menitikberatkan pada penguatan karakter dan kemandirian siswa.

Koordinator Tim Kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata bagi anak usia dini.

“Melalui kegiatan di luar kelas, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan motorik halus dan membangun kemandirian sejak dini,” kata Lusia.

Selama kegiatan, siswa mengikuti tiga tahapan utama yang dipandu oleh fasilitator Hortimart. Tahap pertama adalah ekspedisi hortikultura atau agrotour.

Para siswa dibagi dalam enam kelompok untuk menjelajahi area seluas sekitar 25 hektare menggunakan shuttle. Mereka dikenalkan dengan berbagai tanaman seperti durian, nangka, alpukat, melon, hingga sayuran organik, sekaligus belajar tentang keanekaragaman hayati.

Tahap kedua adalah praktik menanam bibit cabai. Dalam sesi ini, siswa belajar menanam menggunakan polybag dengan teknik yang benar. Kegiatan ini melatih ketelitian sekaligus keberanian anak untuk berinteraksi langsung dengan alam.

Keceriaan terlihat dari salah satu siswa, Sarah Shabira Mukti, yang mengaku senang bisa menanam sendiri.

“Hore, aku berhasil! Nanti cabainya akan aku rawat di rumah bersama ibu sampai berbuah,” ujarnya antusias.

Tahap ketiga adalah panen selektif buah jambu. Siswa mempraktikkan cara memetik buah yang benar setelah melihat contoh dari petani. Hasil panen tersebut kemudian dapat dibawa pulang sebagai bentuk apresiasi.

Tak hanya aspek akademik, kegiatan ini juga menanamkan nilai karakter seperti keberanian, ketelatenan, dan kerja sama. Interaksi langsung dengan alam dan teman sebaya menjadi sarana efektif dalam membentuk keterampilan sosial siswa.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap pengalaman belajar siswa semakin kaya, menumbuhkan rasa syukur terhadap alam, serta membangun kemandirian sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.