SOLO, MettaNEWS – Posisi investor di Solo dan sekitarnya dalam transaksi Bursa Efek Indonesia terus meningkat. Dari peningkatan investor ini sebanyak 57% pemodal dari kalangan generasi milenial.
Kepala Kantor BEI Jateng 2 Muhammad Wira Adibrata meyampaikan data tersebut dalam acara tumpengan 31 tahun Bursa Efek Indonesia di Solo.
“Bursa Efek Indoneisa bukan hanya bertugas sebagai pengelola atau pelaksana namun juga sebagai mitra stake holder untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal,” ujar Wira.
Di Solo sendiri Bursa Efek Indonesia mendirikan Kantor Perwakilan yaitu Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2. Dengan membawahi Solo Raya dan 6 kabupaten Jawa Timur. Yakni Ngawi, Bojonegoro, Magetan, Pacitan, Trengggalek, dan Ponorogo.
Berdasarkan data BEI, jumlah investor Solo Raya tanpa Kabupaten Klaten per Juni 2023 sebanyak 223.990 investor. Sedangkan untuk 6 kabupaten Jawa Timur yang masuk area KP Jateng 2 sebanyak 134.799 investor. Maka total jumlah investor pasar modal di bawah KP Jateng 2 sebanyak 358.699 investor.
Wira menyampaikan bahwa jumlah investor tersebut merupakan nasabah dari 21 Sekuritas yang ada di Solo Raya.
“Tanpa keaktifan sekuritas di Solo Raya, tentu investor pasar modal tidak akan bertumbuh signifikan. Apresiasi setinggi-tingginya kepada para sekuritas atas kerjasama yang sangat baik. Untuk memberikan edukasi sehingga masyarakat luas dapat mengakses informasi dan pendampingan dengan baik,” paparnya.
Dengan usia 31 tahun, Wira berharap dapat semakin meningkatkan pelayanan kepada para investor, pemerintah daerah, OJK, Sekuritas dan juga civitas akademika serta seluruh stake holder khususnya di Solo Raya.
Bursa Efek Indonesia Jateng 2 potong tumpeng peringati HUT ke 31
Hari Kamis 13 Juli merupakan momen pemerintah melakukan swastanisasi pengelolaan pasar modal yang sebelumnya oleh Kementerian Keuangan melalui dari Bapepam (Badan Pelaksana Pasar Modal) diserahkan kepada PT Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) 31 tahun silam. Momen itu kemudian dikenal sebagai swastanisasi Bursa Efek Indonesia dan diperingati hingga saat ini.
BEI Jateng 2 juga terus menambah Galeri Investasi di kampus kampus. Untuk mengenalkan pentingnya pengelolaan uang sejak dini kepada generai muda. Mengingat jumlah investor baru paling banyak disumbang oleh kalangan milenial dan generasi Z.
?Hal ini supaya dapat mengajarkan generasi penerus pentingnya manajemen keuangan dengan bijak sejak dini. Saat ini terdapat 32 Galeri Investasi yang tersebar di area KP Jawa Tengah 2,” jelas Wira.
Dalam HUT ke 31, BEI juga meluncurkan aplikasi bernama IDX Mobile. Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi pasar, simulasi bertransaksi, data data keuangan perusahaan dan banyak hal lain. “Dengan aplikasi ini, masyarakat awam dalam dengan mudah mengakses berbagai informasi di pasar modal. Dan bagi yang masih ragu transaksi, tersedia juga fitur untuk belajar jual beli dengan uang virtual. Sehingga diharapkan mampu menjadi media belajar yang konkret bagi calon investor,” tegas Wira.
Sementara itu, Kepala OJK Solo Eko Yunianto dalam sambutannya menyelipkan pesan pentingnya literasi keuangan untuk masyarakat luas.
“Terima kasih atas kolaborasi yang sangat baik BEI Jateng 2 dengan OJK untuk meliteriasi masyarakat kita. Hal ini sangat penting agar tumbuhnya investor juga bareng dengan tumbuhnya pemahaman yang benar dalam pengelolaan investasinya,” paparnya.







