Pura Mangkunegaran Buka Ruang Belajar dengan Simposium Internasional Pertama, Perjalanan Panjang Membentuk Kebudayaan Jawa

oleh
oleh
seminar mangkunegaran
Pura Mangkunegaran buka ruang diskusi dan belajar dengan gelar simposium internasional pertama, Jumat (14/7/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pura Mangkunegaran membuka ruang belajar dengan mengadakan simposium internasional pertama, Jumat (14/7/2023).

Hadir pada simposium internasional Mangkunegaran ini kalangan akademisi dari dalam dan luar negeri.

Bertempat di Prangwedanan, seminar ini bertajuk The 1st Mangkunegaran International Symposium, Towards a New Global History of Javanese Court Culture, Politics and Governance.

“Ini merupakan simposium internasional pertama yang Mangkunegaran adakan. Bagaimana perjalanan Panjang Mangkunegaran dalam membentuk kebudayaan Jawa,” kata Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X di sela kegiatan simposium.

Menurut Mangkunegara X, seiring berjalannya waktu fungsi dan kewenangan Mangkunegaran berubah. Meski demikian, sejauh mana kontribusi dan peninggalan Mangkunegaran bisa terasakan hingga hari ini.

Sebagai upaya mempelajari kembali peninggalan penguasa Mangkunegaran terdahulu, pihaknya bersama dengan perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri menginisiasi acara simposium tersebut.

“Hadir pada simposium hari ini adalah para akademisi juga profesor dari Belanda, Jerman. Kami membuka Mangkunegaran jadi ruang diskusi, ruang belajar, tempat bertumbuh. Agar semua kalangan bisa belajar tentang Mangkunegaran,” jelasnya.

Selanjutnya, Mangkunegara X berharap para akademisi dari luar Indonesia dan dalam negeri dapat membawa dan mengenalkan pengetahuan tersebut ke seluruh dunia.

“Outputnya meskipun kami melalui perkembangan mengikuti zaman, apa yang kami lakukan sesuai dengan akarnya. Banyak karya dari kesenian, kebijakan pemerintah dan politik, tradisi dan nilai-nilainya banyak sekali. Ini yang kami gali di sini,” katanya.

Pihaknya berharap hasil dari simposium tersebut dapat menjadi dasar pengembangan ke depan.

“Tentunya bagaimana pengetahuan ini kami kemas dan kami kenalkan ke masyarakat. Ke depan ini bisa jadi inisiator pengembangan perpustakaan yang bisa kita lihat bersama-sama. Termasuk mengembangkan pusat budaya untuk belajar dan berkembang. Simposium ini harapannya bisa terus berlanjut. Sehingga budaya Mangkunegaran bisa tetap lestari dan kita bisa lebih mengenalkan lagi ke masyarakat,” pungkasnya.