Info Lur! Viaduk Gilingan Bakal Tutup 3 Bulan, Mulai Pertengahan Februari hingga April 2023

oleh
Viaduk Gilingan
Kondisi Viaduk Gilingan Banjarsari Solo sebelum tutup pada pertengahan Februari 2023, Jumat (3/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pekerjaan pembangunan jalur ganda Kereta Api (KA) Solo-Semarang fase I terus berlanjut. Salah satu titik pembangunannya kini berlokasi di Viaduk Gilingan, Banjarsari Solo atau timur Masjid Sheikh Zayed Solo.

Pekerjaan konstruksi di titik ini mencakup pembangunan jembatan jalur KA dari jalur tunggal (single) menjadi jalur ganda (double track). Termasuk pengerukan dan pelebaran jalan akses. Serta pembuatan akses underpass bagi pejalan kaki.

Lini masa pekerjaan rencananya memakan waktu selama 3 bulan. Terhitung sejak Februari sampai dengan April 2023. Pada saat pengerjaan proyek tersebut Jalan Ahmad Yani akan tutup total sementara waktu.

Kepala BTP Semarang, Putu Sumarjaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas atau MRLL bersama Dinas Perhubungan Kota Solo dan Satlantas Polresta Surakarta.

“Progres di titik ini sudah 33,80 persen. Segera setelah rute pengalihannya tersepakati pihak terkait, kami lakukan sosialisasi ke pengguna jalan,” ujar Putu, Jumat (3/2/2023).

Pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dalam kurun waktu 2-3 minggu sebelum  Sebelum penutupan Viaduk Gilingan pada pertengahan Februari. Secara detail Viaduk Gilingan akan kami perlebar dan kami perdalam dari semula 3,4 meter menjadi 4,2 meter.

“Dengan ruang bebas sesuai standar jalan Provinsi, Viaduk Gilingan dapat dilalui bus besar untuk mendukung arus lalu lintas menuju objek wisata religi Sheikh Zayed Grand Mosque,” tukasnya.

Pengalihan Arus Ketika Viaduk Gilingan Tutup

Viaduk Gilingan
Lalu lintas Viaduk Gilingan Banjarsari Solo jelang penutupan, Jumat (3/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufiq Muhammad mengungkapkan pengerjaan Viaduk Gilingan merupakan satu paket pekerjaan dengan elevated rail atau rel layang Simpang Joglo.

“Namanya doubel track Solo Kalioso. Karena rel Joglo kan sudah terangkat sekalian rel Gilingan juga. Maka viaduk sekalian ikut,” ungkapnya.

Jarak jalan antara jalan viaduk tersebut dan rel saat ini berukuran 3,2 meter membuat bus AC dan kendaraan tinggi lainnya tidak bisa lewat.

“Nanti kalau sudah standar menjadi 4,5 meter. Bus wisata dapat melewati jalur tersebut.  Selanjutnya nanti saat penutupan jalur peralihannya mulai dari barat. Jalan Ahmad Yani lewat Simpang Gilingan lalu Jalan S. Parman kemudian Simpang Proliman Balapan lanjut Jalan Monginsidi terakhir Simpang Ringin Semar dan berlaku sebaliknya,” terangnya.