SOLO, MettaNEWS – Di tengah pembangunan rel layang Joglo (elevated rail) yang sudah berjalan pada Juni ini, empat proyek besar pembangunan infrastruktur di Solo juga akan mulai digarap. Proyek ini bahkan akan berjalan bersamaan, yakni viaduk di Jl. Ahmad Yani Ngemplak Gilingan, Jembatan Mojo di Semanggi, Pasar Kliwon dan Jembatan Jurug Jebres.
Kepala Dishub Solo Hari Prihatno menyebut pembangunan viaduk di waktu bersamaan dengan rel layang bertujuan untuk membuka jalur alternatif ketika Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari ditutup. Sehingga hal ini dapat memecah arus lalu lintas agar masyarakat tetap mendapatkan akses untuk melakukan kegiatan di tengah massa pembangunan. Meski kemacetan parah tak akan terelakan lantaran banyaknya pembangunan di berbagai titik di Solo.
“Titik kemacetan saya sampaikan beberapa kali ada di simpang empat Ngemplak kemudian di Proliman Banjarsari, Proliman Balapan itu pasti akan menjadi titik macet karena viaduknya akan segera dibangun dan ditutup total di bulan Juli,” beber Hari saat ditemui MettaNEWS, Rabu (15/6/2022).
Akibat pembangunan viaduk ini beberapa titik wilayah di Solo yakni Simpang Lima Balapan, Simpang Lima Banjarsari, Jl. Brigjend Katamso Mojosongo dan beberapa ruas jalan lainnya akan mendapatkan penambahan volume kendaraan hingga terjadi kemacetan. Viaduk yang masuk ke dalam proyek PT KAI ini rencananya akan dibangun pada bulan Juli hingga Desember 2022. Bersamaan dengan itu Masjid Raya Syeikh Zayed Solo yang terletak tak jauh dari viaduk juga akan segera rampung dibangun. Di mana masjid ini berpotensi menjadi tempat wisata religi yang akan banyak dikunjungi masyarakat tak hanya dari Solo melainkan berbagai daerah di Indonesia.
“Pokoknya skemanya dari PT KAI viaduk itu memang dibuat dulu supaya selesai sampai enam bulan dibuka lagi sehingga pada saat simpang Joglo ditutup total bisa menjadi solusi untuk pengalihan arus. Tujuannya seperti itu di samping memang masjid itu akan segera jadi. Kalua nanti masjid jadi viduknya nggak jadi itu menjadi produk ulang. Karena kalau jadi pasti akan menjadi destinasi wisata,” terangnya.
Belum dapat ditutup total hingga bulan Juli mendatang, pembangunan rel layang ini amsih dalam tahapan. Sehingga penutupan untuk saat ini dilakukan di waktu malam hari saja.
“Joglo itu kalau ditutup total malam hari dua-duanya tapi kalau jam 6 sudah dibuka itu jarak kecil. Berat 1 ton nggak boleh lewat sana. Titik macet itu belum nanti kalau underpass Joglo dibangun di sana ditutup total kemungkinan. Tapi kalau skemanya mereka yang mengerjakan saya nggak tahu,” jelas Heri.
Diketahui underpass Joglo juga akan dibangun di tahun ini pada bulan Oktober atau November mendatang. Sedangkan untuk pembangunan Jembatan Jurug, Jebres direncanakan juga akan dibangun di bulan Juli. Diketahui saat ini rencana pembangunan tersebut masih dalam pembahasan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Underpass itu kan belum sempat dibahas ini jadi progress tahun ini dari informasi pak DPU sekitar Oktober November. Kalau Jembatan Mojo tidak bisa ditunda mulai Juni sampai selesai Desember schedulenya kalau Jurug masih menunggu permohonan dari DPU ke pusat untuk ditindaklanjuti,” tutup Heri.







