Ibadat Jumat Agung, Gereja St. Antonius Purbayan Tiadakan Prosesi Mencium Salib

oleh
Jumat Agung
Arak-arakan salib Kristus dalam Jumat Agung Gereja Santo Antonius Purbayan Solo, Jumat (7/4/2023) | Dok Ignatius Hari Purnama

SOLO, MettaNEWS – Gereja Santo Antonius Purbayan Solo meniadakan satu prosesi yang berkaitan erat dengan perayaan Jumat Agung yakni mencium salib.

Sebagai gantinya, umat Katolik melakukan penghormatan dengan cara membungkuk pada hadapan salib Tuhan Yesus Kristus.

“Ada penghormatan kepada salib tapi tidak penciuman. Kalau dulu sebelum pandemi umat satu persatu mencium kaki Yesus disalib lalu dibersihkan pakai lap ,” ujar Ketua Panitia Paskah 2023, RB Igut Suwojo Sigit kepada MettaNEWS, Jumat (7/4/2023).

Igut menuturkan prosesi cium kaki Yesus disalib tidak ada lagi sejak 2021 lalu. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penyebaran virus.

“Kalau sebelum pandemi, lebih pas setiap umat antre sebelum mencium kaki Yesus tersalib. Tapi karena kondisi belum begitu aman cuma penghormatan saja sampai sekarang,” terang Igut.

Kendati demikian, perayaan Jumat Agung ini tidak hanya terbatas pada kisah sengsara Yesus Kristus dan upacara cium salib.

Makna salib ini juga menjadi sumber kebahagiaan bagi umat Katolik. Karena Yesus tidak hanya berhenti disalib. Namun ia juga bangkit dari antara orang mati yang berlangsung pada Minggu Paskah.

“Harapan Paskah tahun ini semoga umat semakin menghayati dan mengimani bahwa Tuhan Yesus wafat rela tersalib untuk menebus dosa umat-Nya dan tentunya kita semakin taat dan banyak berdoa kepada-Nya. Niscaya ada sesuatu yang akan terjadi dalam hidup kita,” tandasnya.

Ibadat Jumat Agung terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 15.00 WIB dan sesi kedua pukul 18.00 WIB. Ada tiga petugas pasio yang memimpin masing-masing sesi.

Pantaun MettaNEWS, jemaat terbagi menjadi menjadi tiga lokasi. Yakni duduk di kursi kayu berjajar di dalam gedung gereja lantai satu, lantai dua dan di luar bangunan beratapkan tenda.

Setidaknya ada 7.000 jemaat yang hadir dalam Misa Jumat Agung. Mereka terbagi dalam dua waktu yakni pukul 15.00 WIB dan 18.00 WIB secara online dan offline.

Gereja Purbayan terdiri dari 3 rayon yakni rayon timur terdiri 6 wilayah, tengah 6 wilayah dan barat.