KONI Solo Luruskan Isu Intervensi Muskot Taekwondo Solo, Lilik: Kami Ingin Taekwondo Kembali Baik

oleh
KONI Solo Luruskan Isu Intervensi Muskot Taekwondo Solo
Ketua KONI Solo Lilik Kusnandar | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Ketua KONI Kota Solo, Lilik Kusnandar mencoba luruskan terkait isu intervensi Muskot Taekwondo Indonesia (TI) Solo yang menimpa dirinya.

Dari informasi yang MettaNEWS Himpun Lilik Kusnandar dikatakan Plt Ketua Pengkot TI Solo Effendi Hari, bahwasanya Lilik terlalu mencampuri urusan internal dari Taekwondo.

Namun menurut Lilik menyampaikan hal tersebut merupakan bentuk bantuan terhadap cabang olahraga Taekwondo Solo. Terlebih taekwondo yang menjadi salah satu cabang olahraga KONI kota Solo tertimpa kasus pencabulan dari oknum pelatih beberapa waktu lalu.

“Ini beban moral saya, karena saya menginginkan Taekwondo Solo kembali baik seperti sedia kala,” ungkap Lilik di Kantor KONI Solo Jumat (7/4/2023).

Menurutnya saat ini kepercayaan publik terhadap Taekwondo Solo menurun akibat kasus tersebut. Ia juga menilai kasus yang menimpa Taekwondo Solo ini sudah tidak normal. Dan membutuhkan perubahan besar untuk membuat citra yang baik kembali.

“Kerena tersangka Donny Susanto itu dulunya juga ketua Pemkot TI Solo, kita juga mengantisipasi kemungkinan terburuk meski saya sendiri berharap tidak ada hal-hal buruk lainnya. Karena kami dari KONI juga bertanggung jawab ke Taekwondo,” jelas Lilik.

Lebih lanjut terkait Lilik yang intervensi aturan dan lainnya dari Taekwondo, ia menegaskan tidak akan melakukan hal tersebut.

“Silahkan semua tahapan Muskot dilakukan monggo. Sesuai peraturan ADART dengan peraturan Organisasi ya monggo. Kami hanya memfasilitasi,” imbuh Lilik.

KONI Solo Luruskan Isu Intervensi Muskot Taekwondo Solo, Rekomendasi Ketua Pemkot TI Solo

Terkait menurunnya kepercayaan publik khususnya di wilayah Solo, Lilik merekomendasikan untuk ketua Pemkot TI Solo dapat mengambil dari orang luar Taekwondo.

“Seperti tokoh yang dapat masyarakat terima, mungkin Kapolresta, Dandim atau bahkan Danrem Denpom. Agar kepercayaan publik dapat kembali, terkait susunan kepengurusan nanti monggo bisa secara internal. Tetapi saya juga tidak memaksakan kehendak jika internal Taekwondo menolak ya monggo,” ungkapnya.

Rekomendasi tersebut juga hasil dari komunikasi antara KONI dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. Yang pasti dapat mengayomi, membimbing dan mengarahkan yang lebih baik. Namun sebelum mendengar rekomendasi tersebut sudah ada penolakan.

“Kami KONI tidak akan merekomendasikan hal yang bakal menjerumuskan, justru kami ingin mengangkat kembali citra taekwondo yang saat ini turun,” tukas Lilik.

Sementara itu, salah satu Pelatih Taekwondo dari Dojang PMS, Hari Suprianto menyetujui kerja keras dari KONI Solo untuk memperbaiki Taekwondo.

“Saya setuju dengan pak Lilik, intinya saya ingin taekwondo khususnya di Solo menjadi lebih baik,” ungkapnya.