SOLO, MettaNEWS – Kali pertama digelar, peringatan Hari Raya Waisak 2566 BE (Buddhist Era) di Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Solo dihadiri 80 umat Budha, Senin (16/5). Gegap gempita umat Budha dari Solo dan sekitarnya menyambut hari raya ini terjadi setelah ditiadakannya perayaan selama dua tahun. Tidak lain, pandemi Covid-19 menjadi perayaan ini hanya dilakukan secara daring dikediaman masing-masing umat.
Seksi Upacara Hari Raya Waisak Vihara Dhamma Sundara, Romo Mitasiri Sutrisno menyebut perayaan ini membawa kedamaian dalam perbedaan.
“Kita mengajak membawa kedamaian terhadap perbedaan, untuk tidak jadi masalah, tetapi itu sebagai saling melengkapi demi kedamaian dan ketenangan,” ucap Romo Mitasiri Sutrisno usai acara di Vihara Dhamma Sundara, Solo, Senin (16/5/2022).
Dilaksanakan dengan cukup meriah, para umat Buddha nampak khusuk mengikuti serangkaian acara detik-detik Waisak yang tiba pada pukul 11.13.46 WIB.
“Memang perbedaannya sangat terasa sekali setelah hampir dua tahun kita tidak melaksanakan acara. Perbedaannya cukup meriah karena menginginkan kerinduan untuk melaksanakan detik-detik yang ditunggu setahun sekali,” terang Romo Mitasiri.
Serangkaian acara ini diawali dengan penyalaan pelita puja, pembacaan Visakhapunnamipuja Katha dan prosesi Pradaksina, Namakara Patha, Puja Bakti, Pesan Waisak, meditasi detik-detik Waisak yang ditandai dengan dibunyikannya lonceng, kemudian acara berlanjut ke pemberkahan lalu Namakara Patha lalu ditutup dengan ramah tamah.
“Tradisinya kita melakukan Padak Sina kita memutari dama sala atau stupa, kebetulan candi kita dilakukan renovasi jadi kita melakukan padak sina di sekitaran darma sala, setelah itu puja, setelah itu membacakan parita-parita suci, kemudian kita menyambut detik-detik meditasi untuk para umat melihat ke dalam, lebih mawas diri,” terang Romo Mitasiri.
Sebelumnya umat Buddha melakukan pemutaran di luar ruangan Vihara sebanyak tiga kali. Pemutaran ini rencananya akan dilakukan di candi putih di samping vihara, namun karena masih proses finishing, peribadatan ini bisa dilakukan tahun depan.
“Tiga kali (pemutaran) itu makanya, kepada Budha, Dharma, dan Sangha, tiga persmata,” tutup Romo Mitasiri.
Salah satu umat yang hadir di perayaan Waisak Vihara Dhamma Sundara, Puspita Rani menyebut perayaan tahun ini sangat luar biasa. Hal ini lantaran perayaan Waisak sebelumnya tidak diperkenankan digelar di vihara akibat kasus Covid-19 masih tinggi.
“Luar biasa, semangat lagi, seneng lagi, bisa kumpul semuanya. Karena kan pandemi kemarin semua di rumah hanya secara online. Mungkin semua sama seperti umat-umat yang lain juga di rumah. Semua via online per keluarga aja. Sepi rasanya. Nggak bisa ketemu orang tua,” ucap Puspita Rani saat ditemui di lantai bawah Vihara Dhamma Sundara, Senin (16/5/2022).
Di tahun sebelumnya, Rani sapaan akrabnya hanya melewati Hari Raya Waisak bersama suami dan anak-anak tanpa orang tua ini sangat bersyukur pda tahun ini keadaan membaik.
“Tahun ini kita bisa kumpul lagi. Bisa ketemu orang tua tanpa rasa khawatir berlebihan. Walau pun kita tetap ikut peraturan pemerintah, kita tetap pakai protokol kesehatan tapi kita paling nggak lebih happy. Lebih merayakan lagi sama-sama,” tutup Puspita.







