SOLO, MettaNEWS – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Down Syndrome, Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (PIK Potads) Jateng berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo dan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo menggelar play date and fun ride bersama 75 anak berkebutuhan khusus (ABK), Minggu (27/10/2024).
Acara diisi dengan pengenalan
fasilitas yang ada di Terminal Tirtonadi, seperti Pojok Baca Digital (Pocadi) yang bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan Taman Lalu Lintas Portable.
Selain itu anak-anak ini juga berkeliling Kota Solo dengan menggunakan dua unit bus double decker Werkudara dan enam unit mobil listrik pariwisata milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
“Dalam rangka hari peduli Down Syndrome yang jatuh pada bulan ini, kami PIK Potads mengadakan kegiatan ini dengan skala nasional. Untuk wilayah Jawa Tengah dipusatkan di Kota Solo,” Ujar Detty Supriastuti, sebagai Ketua PIK POTADS Jawa Tengah, disela kegiatan, Minggu (27/10/2024).
Ada sekitar 800 anak penderita Down Syndrome di Jawa Tengah yang ikut serta dalam keanggotaan PIK Potads. PIK Potads berfokus pada sosialisasi anak dan pemberian pendidikan kepada keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
“Untuk anak sendiri kami harapkan bisa mampu bersosialisasi dengan orang lain selain keluarga, dan juga melatih kemandirian anak,” ujar dia.
Sementara itu Kadiv Humas Kantor Terminal Tirtonadi, Wisnu Kuncoro, mewakili Kepala Kantor Terminal Tirtonadi, Joko Umboro Jati, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi Pendidikan Keselamatan Berlalu-lintas bagi anak usia dini.
“Di Terminal Tirtonadi sendiri memang ada program pengenalan keselamatan lalu lintas (Edutrip), bagi anak-anak dan remaja. Karena hal ini memang melekat pada tupoksi kami, sebagai insan perhubungan. Karenanya kami senang sekali teman-teman ini bisa berkegiatan di Terminal Tirtonadi, selain untuk mengenalkan Program Edutrip yang menjadi salah satu unggulan di Tirtonadi, juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mengenal trasportasi umum,” ujar dia.
Lebih lanjut, Terminal Tirtonadi membuka pintu seluas-luasnya untuk program Edutrip ini. Bahkan, Wisnu mengaku dalam kurun waktu dua bulan, yakni September dan Oktober, tak kurang dari 8 sekolah telah mengakses layanan Edutrip ini.
“Ada berbagai rentang usia ya, baik itu TK, SD, maupun SMA. Sedangkan untuk SMP malah belum pernah ada yang berkunjung. Biasanya sekolah-sekolah ini dari arah Wonogiri atau dari arah Sragen, mereka mengakses Tirtonadi dengan menggunakan BRT Trans Jateng. Usai mereka melakukan kunjungan di Tirtonadi, bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Zayeed, atau ke Sangiran, dan lain sebagainya,” tutup dia.








