YOGYAKARTA, MettaNEWS – Daop 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api dalam kondisi selamat dan aman pasca gempa yang dirasakan di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026) pukul 14.48 WIB.
Sebagai langkah antisipasi dan demi menjamin keselamatan perjalanan, seluruh kereta api di wilayah Daop 6 sempat dilakukan berhenti luar biasa (BLB) sementara guna pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.
Tim lapangan KAI Daop 6 langsung bergerak cepat melakukan inspeksi pada berbagai titik vital, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga prasarana pendukung lainnya. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi rangkaian kereta api.
Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintasan aman dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan secara bertahap.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, , menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi akibat prosedur keselamatan pasca gempa tersebut.
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih atas kesabaran pelanggan. Pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur wajib untuk memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Tercatat terdapat 15 perjalanan kereta api yang sempat mengalami berhenti luar biasa untuk menunggu proses pemeriksaan. Di antaranya KA Matarmaja, Argo Wilis, Argo Dwipangga, Fajar Utama YK, Kertanegara, Sancaka, Taksaka, hingga Commuterline Yogyakarta–Palur dan KA Bandara YIA.
Durasi penghentian sementara bervariasi, mulai dari lima hingga 26 menit sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi.
“Kami berkomitmen untuk selalu memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api,” tutup Feni.








