SEMARANG, MettaNEWS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi mengukuhkan Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah periode 2025–2030 di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan peran strategis Karang Taruna sebagai penggerak utama pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Tengah.
“Karang Taruna harus menjadi tulang punggung di desa dan kelurahan dalam menggali potensi serta mengawal pembangunan daerah,” tegas Ahmad Luthfi usai acara.
Ia menambahkan, Karang Taruna memiliki tantangan besar namun juga potensi luar biasa. Dengan lebih dari 5.900 organisasi Karang Taruna yang tersebar di seluruh Jawa Tengah, struktur ini dinilai sangat efektif dalam menjangkau masyarakat dan menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan.
“Ini potensi besar dari masyarakat untuk masyarakat. Karang Taruna bisa berperan aktif mengeksplorasi potensi desa dan mempercepat pembangunan ekonomi lokal,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti peran Karang Taruna dalam penurunan angka kemiskinan. Meski data terbaru menunjukkan penurunan dari 9,58% menjadi 9,48%, ia menyebut capaian itu masih bisa ditingkatkan dengan lebih banyak keterlibatan Karang Taruna.
“Ke depan, Karang Taruna akan jadi basis penguatan desa. Dengan begitu, mereka akan berkontribusi nyata terhadap pembangunan 8.760 desa dan kelurahan di Jawa Tengah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jateng, I Gede Ananta Wijaya Putra, menyatakan siap menjalankan arahan Gubernur. Ia mengatakan langkah awal adalah konsolidasi pengurus Karang Taruna dari tingkat provinsi hingga desa.
“Kami akan segera menyosialisasikan program-program prioritas terkait pengentasan kemiskinan dan masalah sosial di desa. Oktober nanti, kita akan gelar Rakerda untuk menyusun langkah konkret,” ujarnya.
Ananta menegaskan komitmen Karang Taruna untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju dan sejahtera.







