SEMARANG, MettaNEWS— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi mengukuhkan pengurus Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantren (LFSP) periode 2025–2030, dalam acara yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang. Dengan pengukuhan ini, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membentuk LFSP sebagai wujud implementasi UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perda Jateng Nomor 10 Tahun 2023.
“LFSP ini terdiri dari para kiai, ibu nyai, dan akademisi yang punya pengaruh besar. Potensi ini sangat luar biasa dalam menciptakan suasana damai dan tertib di masyarakat,” kata Gubernur Luthfi dalam sambutannya.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyambut baik pembentukan LFSP ini. Ia menilai lembaga ini akan menjadi pendorong utama untuk memetakan dan memfasilitasi lebih dari 5.000 pesantren dan hampir 600 ribu santri di Jateng.
“Ini langkah penting untuk mewujudkan pesantren hebat, dengan penguatan peran dan sinergi antar lembaga,” ungkap Saiful.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menambahkan bahwa LFSP dibentuk sebagai jembatan antara pesantren dengan berbagai OPD. Program-program unggulan seperti beasiswa santri akan diintegrasikan melalui LFSP, dengan target kerja sama pendidikan ke luar negeri, termasuk ke Yaman, Mesir, Jerman, hingga Australia.
Sementara itu, Ketua LFSP Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menyampaikan bahwa tahap awal akan difokuskan pada penataan organisasi dan penyusunan program kerja. Rapat penganggaran dijadwalkan pada Oktober mendatang.
“Untuk program beasiswa luar negeri, kami sedang siapkan juknis dan mekanisme seleksi. Di tahap awal, kerja sama akan dilakukan dengan 40 perguruan tinggi dalam negeri,” jelas Hasyim.
Ia menegaskan, LFSP bukan hanya wadah fasilitasi pendidikan agama, tetapi juga penguatan peran pesantren dalam isu sosial dan pendidikan umum.
“LFSP ini akan jadi sarana sinergi antara pesantren dan pemerintah provinsi, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya.







