Tempati Posisi Ketiga Survei Cagub DKI Polstat, Gibran Ingin Tuntaskan Kepemimpinannya di Solo

oleh
Gibran
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka usai menghadiri peluncuran Tim dan Sekretariat pencegahan ekstrimisme dan terorisme di Loji Gandrung Solo, Selasa (11/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming merespon hasil lembaga survei Polstat (Political Statistics) yang menyatakan dirinya berada di urutan ketiga calon gubernur (Cagub) DKI.

Dalam survei tersebut Gibran berhasil meraih angka 10.5 persen. Sementara di posisi kedua ditempati Anies Baswedan dengan angka 40.5 persen. Sedangkan di urutan pertama ada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan angka 19.1 persen.

Menanggapi hal ini, Gibran mengatakan siapa saja bisa tercantum dalam hasil survei Polstat tersebut. Ia pun menegaskan tetap akan menuntaskan jabatannya sebagai Wali Kota Solo hingga jabatannya berakhir di 2024 mendatang. 

“Ini hasil poling apa survei? Saya belum tahu. Tapi kalau survei kan nama siapa saja bisa keluar. Saya tetap di sini, santai. Kan masih banyak nama yang lebih senior, lebih pinter isih akeh, mosok aku (masih banyak, masa aku),” kata Gibran ketika ditemui di Loji Gandrung, Rabu (12/10/2022).

Ketika disinggung soal pencalonan Wali Kota Solo dua periode, Gibran mengaku keputusannya bergantung pada keinginan rakyat.

“Ya ndak tau, tergantung warga Solo dan sekitarnya masih menginginkan saya atau tidak. Kalau tidak ya saya tak leren (istirahat),” kata Gibran.

Menurutnya masih banyak waktu sebelum dilangsungkan Pilkada 2024 mendatang. Untuk itu, ia akan fokus pada pekerjaan yang belum rampung di Solo.

“Kan dua tahun juga belum genap. Masih lama merampungkan pekerjaan dulu, wong gaweane juga belum ketok kabeh, kesusu kabeh (orang pekerjaannya belum kelihatan semuanya, kok terburu-buru semua). intinya pembangunan harus berkelanjutan siapapun Wali Kotanya,” jelas Gibran.

Hasil dari Survei Polstat diambil dari seluruh wilayah DKI Jakarta mulai dari lima Kotamadya dan satu Kabupaten yang dilangsungkan pada 1-10 Oktober 2022. Target survei merupakan seluruh warga negara Indonesia yang minimal berusia 17 tahun dan memiliki e-KTP.

Survei tersebut mengambil margin of error survei -+ 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sedangkan jumlah sampel terdiri dari 830 responden yang menggunakan teknik pengambilan sampel acak bertingkat.