SOLO, MettaNEWS – DKV Universitas Pasundan jajaki kerja sama dengan DKV ISI Surakarta. Pada awal pertemuan ini, Dekan FSRD ISI Surakarta Dr. Ana Rosmiati, menyampaikan apresiasi dan menjelaskan kondisi Prodi DKV saat ini. Ana menyampaikan Prodi DKV merupakan program studi dengan peminat terbanyak di ISI Surakarta dan memiliki prestasi yang ditorehkan Prodi DKV cukup banyak dan beragam.
Kaprodi DKV Universitas Pasundan, Fadhly Abdillah, menjelaskan dari latar belakang tersebut maka Prodi DKV ISI Surakarta menjadi salah satu program studi yang ingin diajak bekerja sama oleh Prodi DKV Universitas Pasundan.
“Selain untuk menyesuaikan kurikulum terbaru, dengan menjalin hubungan dengan Prodi DKV ISI Surakarta dapat sekaligus memulai kegiatan MBKM bersama,” ungkap Fadhly.
Kunjungan dari Prodi DKV Universitas Pasundan sebagai wujud awal dimulainya kerja sama antar keduanya dalam kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dimana pertemuan awal ini sebagai rintisan kerjasama dengan Prodi DKV ISI Surakarta.
Ketiga dosen dari Universitas Pasundan adalah Kaprodi DKV Universitas Pasundan, Fadhly Abdillah, Wakil Direktur LBS, Tata Kartasudjana, dan Wakil Dekan 2, Boy Irwan Budiman. Ketiganya disambut dan diterima di Ruang Rapat Gedung V lantai 2 di kampus Mojosongo, Kamis (29/9/2022).
Ajakan kerjasama ini disambut baik pihak Prodi DKV FSRD ISI Surakarta, dimana kegiatan MBKM di antara keduanya dapat dimulai dengan melakukan pertukaran mahasiswa.
Setelah kerja sama kegiatan ini berjalan baik, nantinya dapat dievaluasi dan bisa untuk peluang kerjasama tidak hanya antar program studi, tapi hingga tingkat fakultas.
Wakil Dekan III FSRD ISI Surakarta Ahmad Fajar Ariyanto menambahkan, sejauh ini, beberapa kegiatan MBKM di ISI Surakarta yang sudah berlangsung meliputi Kampus Mengajar, KKN tematik, hingga magang/praktek kerja. Selain itu, saat ini pihak ISI Surakarta juga sedang memulai kegiatan pertukaran mahasiswa.
Selanjutnya menurut Kaprodi DKV Asmoro Nurhadi Panindias, menjelaskan dalam pertemuan ini juga dibahas beberapa hal teknis terkait sistem pertukaran mahasiswa.
“Mulai dari rencana mata kuliah yang diajarkan, penyesuaian sistem akademik, hingga pembiayaan kegiatan. Setelah disepakati, keduanya akan mulai mempersiapkan berbagai hal sebagai syarat administrasi dan persetujuan antar keduanya,” pungkas Nurhadi.







