Dies Natalis ke 24 Universitas Surakarta, Sinergi Membangun Karakter dan Kapasitas SDM Menuju Good University Governance

oleh
oleh
Rektor Unsa, Dr. Arya Surendra, SE. memberikan sambutan sekaligus keynote speak dalam seminar Dies Natalis ke 24 Unsa | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Dies Natalis ke 24 Universitas Surakarta (Unsa) menggelar Seminar Nasional dengan tema Bersinergi Membangun Karakter dan Kapasitas Sumber Daya Manusia Menuju Good University Governance.

Seminar dihadiri dari berbagai civitas akademisi ini menggandeng Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr. Mulyanto Nugroho, MM.,CMA.,CPAI dan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. M. Suyanto, M.M sebagai pembicara serta keynote speaker disampaikan oleh Rektor Unsa, Dr. Arya Surendra, SE.

Berlangsung di Auditorium Prof.Dr.H.S Brodjo Sudjono, Sabtu (22/10/2022), seminar ini menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke 24 Unsa.

Rektor Unsa, Dr. Arya Surendra, SE. dalam sambutannya menyampaikan usia 24 tahun bagi universitas bukan waktu yang singkat dan telah melalui banyak gejolak dalam perjalanannya dalam menyiapkan generasi anak bangsa yang berpendidikan.

“Seminar ini untuk kita ngangsu krawuh, mencari ilmu dari para pembicara yang senior di dunia pendidikan bagaimana tata kelola perguruan tinggi yang baik. Unsa masih dalam tahap belajar dan mohon sharing knowledge dari para profesor ini,” jelas Dr. Arya.

Selain memberikan sambutan, Rektor Arya juga menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut.

“Perubahan pasti terjadi di seluruh lini kehidupan tak terkecuali perguruan tinggi. Perlu kepekaan daya tanggap yang responsif dari pelaku terlebih perguruan tinggi swasta untuk bergerak dan adaptasi dengan cepat,” tegas Dr. Arya.

Pandemi covid menjadi distrupsi dalam dunia pendidikan. Dr. Arya menyebut hampir semua jenjang pendidikan mengubah metode pembelajaran dari luring menjadi daring.

“Ini jadi tantangan sekaligus peluang. Akibat dari pandemi covid juga muncul kebijakan penutupan dan penggabungan PTS jadi universitas baru. Kebijakan ini juga menekankan pada kualitas daripada kuantitas. Salah satu tuntutan dari kualitas ini terletak pada tata kelola perguruan tinggi,” papar Rektor Unsa.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr. Mulyanto Nugroho, MM.,CMA.,CPAI menambahkan kualitas dan tata kelola perguruan tinggi yang baik dapat diperoleh dengan kesatuan visi dan misi dari seluruh stakeholder di kampus tersebut.

“Kuatnya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah pada leadership yang mampu mengajak semua elemen di kampus untuk satu visi misi dan bekerja bersama mewujudkannya,” tandasnya.

Sama-sama sebagai universitas yang dikelola Yayasan, Prof. Nug menyebut harmonisasi internal seluruh stake holder kampus dan yayasan mempunyai peran penting untuk mewujudkan university good governance.

Sementara itu, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. M. Suyanto, M.M memberikan rumus good governance dari sisi mahasiswa.

“Meski akreditasi kampus belum sesuai yang diharapkan kita tidak boleh berkutat pada hal tersebut dan mengesampingkan anak didik. Mahasiswa harus diberikan eksperient, pengalaman yang tidak ia peroleh di kampus lain dan di manapun,” tegas Prof. Yanto.

AMIKOM sebagai kampus peringkat 29 dunia untuk Top Informatics University, Prof. Yanto membawa kampusnya untuk menghasilkan anak didik yang berorientasi dan berpikir out of the box.

“Oleh Bank Indonesia AMIKOM mendapat posisi kedua setelah UGM sebagai institusi pendidikan yang menyediakan talenta perusahaan terpopuler,” pungkas Prof. Yanto.