Menuju Indonesia Emas, Unsa Siapkan SDM Unggul Targetkan Jadi Universitas Berbasis Kewirausahaan

oleh
oleh
Wisuda 465 lulusan, Unsa berkomitmen siapkan sarjana berdaya saing unggul | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Berkomitmen siapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, berdaya saing, Universitas Surakarta (Unsa) terus memantapkan langkah menuju kampus berbasis entrepreneurship atau kewirausahaan.

Plt Rektor Unsa Budi Purnomo menyampaikan hal tersebut dalam pers conference penyelenggaraan acara Dies Natalis ke-26 Unsa dan Wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) tahun 2024, Kamis (14/11/2024).

Pada Dies Natalis ke-26 Unsa mengangkat tema Kebersamaan Menggapai Universitas Surakarta Berbasis Kewirausahaan Berstandar. Tidak hanya meluluskan SDM yang unggul, Budi Purnomo mengungkapkan, Unsa tidak akan meninggalkan didikan berbudaya dan berkarakter Indonesia.

“Unsa juga berkomitmen menyiapkan lulusan yang mampu mengembangkan inovasi dalam memajukan teknologi, dan mengikuti perkembangan zaman,” kata Budi Purnomo.

Budi mengungkapkan, saat ini usia 22 hingga 25 tahun rata-rata lulus S1. Sehingga dalam kurun waktu 20 tahun mendatang mencapai puncak karir bagi anak-anak tersebut.

“Usia lulusan S1 rata-rata 22-25 tahun. Sehingga pada 20 tahun mendatang yakni tahun 2045 Indonesia berusia 100 tahun menjadi puncak karir bagi mereka yang lulus saat ini yang usianya sudah mencapai 42 hingga 45 tahun,” bebernya.

Dengan kata lain, momen Indonesia Emas adalah milik wisudawan era saat ini.

Pelaksanaan wisuda sarjana dan pascasarjana Unsa akan berlangsung di D’ Tjolomadoe, Sabtu (16/11/2024) dengan 475 lulusan akan di wisuda. Terdiri dari 112 lulusan Fakultas Hukum, 123 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 127 lulusan Fakultas Ekonomi, 41 lulusan Teknik Sipil dan Perencanaan. Juga 23 lulusan Fakultas Teknologi Industri. 42 lulusan Fakultas Teknik Elektro dan Informatika dan 7 lulusan Fakultas Bahasa dan Sastra.

Dengan berbagai prestasi ini, Unsa semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang inovatif. Sekaligua berdaya saing tinggi di tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta, Margono, mengungkapkan upaya yayasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan membentuk SDM yang berdaya saing unggul.

“Unsa terus melakukan pembinaan dan pemantauan untuk memastikan progres perkembangan sejalan dengan visi yang ditetapkan,” tambah Margono.

Dalam rencana jangka panjang, lanjut Margono, yayasan mendorong agar setiap program studi minimal memiliki dua doktor pada 2024. Dengan target 50 persen dosen tetap berkualifikasi doktor pada 2025.

“Langkah ini menjadi bagian dari persiapan Unsa dalam memenuhi standar kualitas internasional,” pungkasnya.