Perbanyak Kelas Hybrid, Unsa Jadi Kampus Inkubator Enterpreneurship Cetak Wirausaha Muda

oleh
oleh
astrid unsa
Rektor Unsa Astrid Widayani gembleng mahasiswa jadi pembuka lapangan kerja | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Universitas Surakarta (Unsa) terus berbenah untuk memberikan pendidikan berkualitas yang membentuk karakter mahasiswa. Rektor Unsa Astrid Widayani mengaku tidak mudah untuk memimpin Pendidikan tinggi pada era seperti ini.

“Persaingan dunia Pendidikan tinggi sangat ketat. Awal saya menjabat sebagai rektor selama 3 bulan yang lalu itu tidak gampang. Apalagi tantangan Pendidikan tinggi yang menuntut inovasi dan mengikuti teknologi,” jelasnya saat sarasehan bersama media, Jumat (23/6/2023) di Palm Resto Solo.

Dari awal menjabat sebagai rektor Unsa, Astrid telah merancang program-program penting berorientasi pada pengembangan diri mahasiswa.

“Visi jangka pendek, menengah dan panjang telah kita siapkan. Dengan misi menuju 2023 Unsa setara dengan perguruan tinggi internasional. Sudah kita mulai dari 3 bulan terakhir. Berbenah dari segala sudut dan membangun budaya kerja Unsa Kreatif,” jelas perempuan yang aktif pada berbagai organisasi ini.

Saat ini lanjut Astrid juga lebih serius menggarap kelas hybrid terlebih pada  penerimaan mahasiswa baru (PNB) tahun ajaran ini. Unsa juga tengah merancang incubator entrepreneurship, laboratorium bisnis bagi mahasiswa hingga museum mini tentang kopi.

“Yang tengah kita garap adalah inkubasi dengan UMKM berbais pendekatan produk local. Kita siapkan laboratorium untuk mahasiswa bereksplorasi dengan produknya. Juga ada binaan Unsa agar produk UMKM bisa menembus pasar global. Basic Pendidikan Unsa adalah mahasiswa lulus tidak cari kerja tapi bisa buka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” bebernya.

Selaras dengan visi tersebut, Unsa terus menjalin kerja sama dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Beberapa program kegiatan yang telah berjalan, yakni Gerakan Solo Lestari, Workshop & Training, Pelatihan Literasi Digital, Student Exchange, Smart Village. Juga rencana pembuatan Museum Kopi serta seminar dari sejumlah program studi (Prodi). Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan mahasiswa ketika sudah terjun dalam dunia industri.

“Yang tidak kami lupakan adalah konsistensi sebagai kampus yang menjangkau segmentasi kelas menengah kebawah. Semua orang berhak mendapatkan Pendidikan hingga jenjang tertinggi. Kami tidak meninggalkan prinsip tersebut. Dengan menyediakan banyak jalur beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai segmen dan kalangan untuk menyelesaikan pendidikannya hingga mendapat gelar sarjana,” pungkasnya.