SOLO, MettaNEWS.- Spektakuler. Satu kata ini menjadi gambaran yang pas untuk menilai pementasan Sudamala : Dari Epilog Calonarang.
Sudamala menceritakan kisah Walu Nateng Dirah. Seorang perempuan yang memiliki kekuatan dan ilmu yang luar biasa besar. Serta ditakuti banyak orang termasuk membuat resah raja yang berkuasa saat itu, Airlangga.
Hal ini pula yang menyebabkan tak banyak pemuda yang berani mendekati putri semata wayangnya, yang bernama Ratna Manggali. Walu Nateng Dirah sangat kecewa dan mengekspresikan kepedihannya dengan menebar berbagai wabah. Luka hatinya itu akhirnya sementara terobati, setelah Ratna Manggali menikah dengan Mpu Bahula.
Kehidupan pernikahan ini ternyata dicederai Mpu Bahula. Ia yang ternyata adalah utusan pendeta kepercayaan Raja Airlangga, mengambil pusaka sakti milik Walu Nateng Dirah. Yang akhirnya jatuh ke tangan Mpu Bharada. Walu Nateng Dirah kecewa dan murka, kemurkaan nya lalu menimbulkan wabah yang menyengsarakan banyak orang. Setelah
Mpu Bharada mengenali ilmu yang dimiliki Walu Nateng Dirah, Ia lantas menantang Walu Nateng Dirah untuk beradu ilmu. Agar dapat menuntaskan bencana dan wabah yang melanda.
Pesan luhur Sudamala dalam menjalani kehidupan

Sutradara sekaligus sebagai pemain Rangda, Jro Mangku Serongga menjelaskan pesan luhur melalui perhelatan Sudamala: Epilog dari Calonarang.
“Agar dapat menjadi inspirasi bagi manusia untuk senantiasa mawas diri. Selalu membersihkan serta membenahi diri agar hati, jiwa, pikiran, termasuk raga senantiasa bersih dari hal-hal yang mengotorinya,” ungkapnya.
Jro Mangku mengatakan, dari kata sudamala yang artinya pembersihan, pertunjukan seni ini memberikan pesan agar ini dapat menginspirasi kita untuk senantiasa mawas diri.
“Selalu membenahi diri, menyucikan diri. Sebab dengan sudamala kita bisa menyucikan raga dan pikiran dari hal-hal kotor yang ada dalam diri kita. Ketika raga sudah suci yang paling utama adalah jiwa kita suci agar bisa mendapatkan kebahagiaan yang sempurna,” urai Jro Mangku.

Tim Produksi Sudamala
Produser : Happy Salma, Nicholas Saputra Produser Pendamping: Cokorda Gde Bayu Putra
Sutradara & Pemain Walu Nateng Dirah : Jro Mangku Serongga (I Made Mertanadi)
Dramaturg : Wawan Sofwan
Pimpinan Artistik : Iskandar Loedin
Musik : I Wayan Sudirana dan Gamelan Yuganada
Penata Kostum : Anak Agung Ngurah Anom Mayun K. Tenaya, Retno Ratih Damayanti
Pimpinan Produksi : Pradetya Novitri









