Awal Mula Almas Tsaqibirru Gugat Gibran, Bukan Soal Uang Rp 10 Juta Ataupun Politik

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Almas Tsaqibirru tengah ramai menjadi pembahasan karena gugatan yang ia layangkan ke Gibran Rakabuming.

Pengacara Almas Tsaqibirru, Arif Sahudi menenjelaskan bagaimana awal mula gugatan untuk calon wakil presiden (cawapres) nomer urut 02, Gibran Rakabuming Raka di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo.

Arif mengatakan jika gugatan tersebut karena kliennya merasa tidak dihargai atas usahanya. Usai menang gugatan Makamah Konstitusi (MK) tentang batas usai capres dan cawapres melalui Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Dari tindakan tersebut, Almas merasa telah membantu dan meloloskan Gibran sebagai cawapres. Untuk mendampingi calon presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Arif Sahudi mengatakan jika Almas memintanya sebagai pengacara untuk melayangkan gugatan kepada Gibran.

“Saya diminta oleh Mas Almas menggugat wanprestasi pada Gibran,” jelasnya dalam jumpa pers, Jumat (2/2/2024).

“Karena sampai detik ini Mas Gibran ataupun ajudan ndak pernah ucapkan terimakasih,” ujarnya.

Arif mengungkapkan Almas memilih menggunakan jalur hukum. Agar bisa menyampaikan apa yang ia harapkan.

“Jalur hukum adalah jalur yang elegan. Sebagai pengacaranya malau saya nagih langsung ya tidak elegan, kalau saya nagih lewat jenengan (media) yo ora pantes mung (hanya) Rp 10 juta. Jalur hukumlah yang elegan agar semua pihak tidak merasa direndahkan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan jika gugatan ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Terlebih menjelang Pilpres tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

“Ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres, kalau urusannya soal politik mestinya media yang pertama kali kami undang untuk menerima info,” tegasnya.

Lebih lanjut, ditanya soal Almas sebelumnya yang mengaku tidak pernah mengenal Gibran, dan tiba-tiba ingin mendapat perhatian serta ucapan terima kasih, Arif berkilah jika kliennya merupakan manusia biasa dan menginginkan Gibran untuk berterima kasih atas jasanya.

“Namanya juga manusia biasa pengen dipuji pengen mendapat rasa terima kasih. Karena apapun Almas punya jasa itu. Jadi terlepas kenal tidak kenal manusia juga pengen mendapat penghormatan penghargaan dan ditunggu-tunggu kok gak ada ya sudah kita gugat,” jelasnya.

Menurut, Arif Sahudi, Almas sudah mempunyai rencana untuk uang gugatan sebesar Rp 10 juta tersebut.

“Kalau permintaan Almas nantinya jika menang uang Rp 10 juta ini akan ia sumbangkan ke panti asuhan,” tutupnya.