SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa akan kembali mengajak rombongan anak-anak stunting bersama orang tua dari Kecamatan Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan wisata gratis ke Solo Safari. Pada Rabu (22/2/2023) besok. Sama halnya dengan agenda yang ia gelar pada Selasa (21/2/2023) dengan Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari. Ia akan kembali mengajak anak dan ibu sejumlah 200 orang.
Kegiatan ini merupakan salah satu program penanggulangan stunting di Kota Solo. Teguh Prakosa menyatakan kegiatan ini sebagai sarana memberikan hiburan kepada anak stunting dan ibunya sekaligus penyampaian sosialisasi terkait penanganan stunting.
“Dalam rangka pengentasan stunting di Kota Solo kita mengajak anak-anak dan ibunya untuk berwisata dan kebahagiaan mereka dapat menambah gairah untuk hidup lebih baik,” ungkap Teguh, Selasa (21/2/2023).
Ia menilai kegiatan ini merupakan kolaborasi yang positif antara Solo Safari dengan Pemerintah Kota untuk mengenalkan kebun binatang kebanggan wong Solo ini kepada masyarakat. Dalam kegitan tersebut Teguh menyempatkan diri untuk berjalan bersama anak-anak stunting mulai dari pintu masuk hingga Petting Zoo. Ia berharap anak-anak yang kurang beruntung dapat merasakan kebahagiaan di tempat wisata baru Kota Solo.
Selain mengajak anak-anak berwisata, Teguh secara rutin memberikan pengarahan terkait pengentasan stunting disetiap Kelurahan yang ada di Kota Solo.
Wisata Gratis ke Solo Safari Bentuk Perhatian Pemkot Solo Pada Keluarga Berisiko Stunting
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo, Purwanti mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkot Solo terhadap anak balita yang saat ini beresiko stunting.
Dalam rangka edukasi simulasi dini tumbuh kembang anak ini. Sebagai proses pembelajaran dari rangkaian kegiatan Dinas Pemberdayaan edukasi pencegahan stunting.
“Kita ajak ke Solo Safari ini juga merupakan salah satu bentuk pemberian pola asih. Mendorong simulasi anak-anak dari aspek tumbuh kembang anak yang mereka butuhkan. Dari sisi pertumbuhan mereka perlu mengenal flora fauna yang selama ini mereka melihatnya hanya gambar atau televisi kemudian ini kita ajak melihat yang sesungguhnya,” kata Purwanti kepada MettaNEWS, Selasa (21/2/2023).







