Turunkan Angka Stunting 6% Jadi PR Bersama, BKKBN Jateng Gandeng Media

oleh
oleh
Program Bangga Kencana dari BKKBN Jateng jadi upaya turunkan angka stunting pada anak | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah giatkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk media untuk berjibaku turunkan angka stunting 6% sampai tahun 2024.

Pemerintah telah menetapkan Stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada tahun 2021 menjadi di bawah 14% pada tahun 2024, sedangkan prevalensi stunting di Jateng saat ini berada di angka 20,8%. Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya percepatan lintas program dan lintas sektor melalui penguatan deteksi dini dan intervensi yang tepat, baik intervensi spesifik maupun sensitif secara kolaboratif.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih mengatakan tahun 2024 maksimal jumlah anak yang mengalami stunting maksimal 14% pada tahun 2024.

“Pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting merupakan salah satu investasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Stunting merupakan hasil dari tidak tercukupinya asupan gizi secara berkepanjangan dan atau adanya penyakit infeksi yang kronis dan berulang yang dampak jangka panjangnya dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” jelas Eka pada roadshow program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergitas pemerintah dan media di Solo, Kamis, (7/12/2023).

Eka mengungkapkan, masalah stunting sangat penting dan menjadi program prioritas nasional.

“Karena salah satu indikator penilaian pada pemimpin daerah yaitu kasus stunting. Menjadi hal yang sangat penting karena stunting ini bukan hanya berhenti pada persoalan gagal tumbuh tapi mempengaruhi perkembangan otak dan motorik. Sehingga berpengaruh pada sumber daya manusia Indonesia kedepannya,” tandasnya.

Eka menjelaskan posisi Jawa Tengah pada kasus stunting dari tahun 2021 ke 2022 mengalami penurunan. Salah satu pilar yang masih perlu mendapatkan perhatian adalah peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.

“Jawa Tengah penurunan angka stuntingnya kecil sekali. Sementara kalau mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 maksimal angkanya 14%. Artinya Jawa Tengah masih mempunyai PR untuk bisa menurunkan stunting sekitar 6%. Ini tidak ringan,” tandasnya.

Kondisinya lanjut Eka, tahun 2021 ke 2022 sebanyak 20 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus stunting dan hanya 15 daerah yang turun.

“Kita harus mengupayakan bahwa kecerdasan generasi penerus kita akan semakin meningkat. Selain stunting banyak sekali permasalahan peningkatan kualitas SDM. Ini akan menjadi kendala menuju generasi emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud mengatakan media massa merupakan salah satu penopang sosialisasi berbagai program pemerintah. Termasuk di dalamnya penurunan stunting.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang komperehensif agar peduli dengan kondisi dan permasalahan kependudukan. Selain itu, juga dalam rangka sosialisasi perubahan perilaku di dalam keluarga untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan bebas dari stunting. Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi program Bangga Kencana yang efektif merupakan kunci sukses internalisasi konsep pembangunan keluarga di masyarakat. Kredibilitas dan profesionalisme media massa, berikut jurnalis yang ada di dalamnya merupakan rujukan yang kuat bagi publik untuk mengetahui dan mendukung program Bangga Kencana,” bebernya.

Amir menambahkan bahwa dari kerjasama banyak pihak akan menemukan bentuk-bentuk fasilitasi kegiatan-kegiatan dan mengemas berita stunting dengan lebih kreatif.

“Kalau berita-berita stunting hanya kita tulis berdasarkan apa yang dipaparkan dari data ini akan menjadi sesuatu yang yang kurang menarik. Tetapi bagaimana kalau ini kemudian kita kemas dalam satu feature yang menarik,” tutupnya.