SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan komitmennya dalam penanganan stunting tetap berlanjut meski anggaran mengalami efisiensi pada 2026. Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyebut alokasi anggaran penanganan stunting tahun depan berada di kisaran Rp500 juta dan berpotensi bertambah.
“Untuk masuk anggaran kemarin masih di sekitar setengah miliar rupiah, 500-an juta. Mudah-mudahan tidak berkurang, malah bisa bertambah di 2026 nanti,” kata Astrid kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (5/1/2026).
Astrid menjelaskan, stunting tidak hanya terjadi pada awal masa tumbuh kembang, tetapi juga perlu diawasi hingga anak berusia 2–5 tahun. Oleh karena itu, pengawasan balita di bawah lima tahun tetap menjadi perhatian Pemkot Solo.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan besar akibat kebijakan efisiensi anggaran. Anggaran penanganan stunting di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo pada 2026 turun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp4,5 miliar.
“Stunting masuk dalam bagian efisiensi. Beberapa program seperti Baby Spa dan Baby Cafe pasti terdampak,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Solo tetap berupaya menjalankan Program Dapur Sehat Atas Stunting (Dashat). Program ini fokus pada pendistribusian makanan bergizi bagi keluarga berisiko stunting selama 180 hari dengan memanfaatkan pangan lokal dan memberdayakan kader masyarakat.
Selain itu, Pemkot Solo juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dan filantropi untuk mendukung penanganan stunting secara berkelanjutan. Astrid menyebut kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap program Baby Spa dan Baby Cafe agar bisa dilaksanakan di lima kecamatan di Kota Solo.
“Kami akan berbincang dengan rekan-rekan swasta dan filantropis agar penanganan stunting bisa dikerjakan bersama-sama,” ungkapnya.
Astrid juga mengungkapkan, Kota Solo berhasil masuk dalam daftar 20 besar kota/kabupaten berkinerja terbaik secara nasional dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk tetap menjaga kualitas intervensi meski anggaran terbatas.
Tak hanya itu, Pemkot Solo juga tengah mengintegrasikan program penanganan stunting dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diarahkan menyasar balita serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Mas Wali agar MBG difokuskan juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk balita bisa disesuaikan sebagai bagian dari penanganan stunting,” pungkas Astrid.







