Solo Siapkan Nobar Piala Dunia hingga Liga Amatir, Wali Kota Tegaskan Ekosistem Sepak Bola dari Akar Rumput

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem sepak bola sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia dan penguatan kompetisi sepak bola amatir sebagai fondasi pembinaan atlet masa depan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta saat menghadiri kegiatan di Spot Selfie Piala Dunia, Rabu (10/6/2026).

Wali Kota mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Dunia. Untuk mendukung euforia tersebut, Pemerintah Kota Surakarta akan menyediakan sejumlah titik nobar yang dapat dinikmati masyarakat mulai babak semifinal hingga final.

“Kami sangat berterima kasih kepada TVRI yang telah memberikan fasilitas siaran gratis untuk nobar Piala Dunia. Pemerintah Kota nanti juga akan menyiapkan beberapa titik nobar mulai semifinal hingga final,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan warga, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengikuti doa bersama di Spot Selfie Piala Dunia. Kegiatan itu menjadi simbol harapan masyarakat agar suatu saat Tim Nasional Indonesia mampu tampil di panggung sepak bola dunia.

Selain menyambut kemeriahan Piala Dunia, Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan program jangka panjang berupa penguatan industri sepak bola melalui penyelenggaraan liga amatir. Menurut Wali Kota, kompetisi amatir merupakan fondasi utama dalam mencetak pemain berkualitas yang nantinya dapat berkarier di level profesional.

“Saya fokus di liga amatir. Tidak ada pemain profesional yang tidak lahir dari liga amatir. Dari sana bibit-bibit pemain berkualitas akan muncul dan mendapatkan kesempatan berkembang,” katanya.

Pemkot Surakarta berencana mengoptimalkan pemanfaatan lapangan sepak bola yang tersebar di berbagai wilayah kota. Sejumlah fasilitas olahraga juga akan diperbaiki agar dapat menunjang penyelenggaraan kompetisi amatir secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pembinaan melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencetak atlet berprestasi sejak usia dini.

“Solo memiliki banyak lapangan yang bisa difungsikan dan diperbaiki agar kompetisi amatir berjalan baik. Yang paling penting adalah pembinaan atlet dan pemain sepak bola sejak usia dini,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan pemusatan latihan (training center/TC) Tim Nasional Indonesia U-17 di Kota Surakarta, Wali Kota memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas latihan, tetapi juga layanan pendidikan dan kesehatan mengingat para pemain masih berada pada usia sekolah.

“Kami memberikan fasilitas yang dibutuhkan. Karena mereka masih usia sekolah, kami siapkan dukungan pendidikan dan layanan kesehatan agar proses latihan berjalan optimal,” ungkapnya.

Selama menjalani TC di Surakarta, Timnas Indonesia U-17 juga direncanakan akan melakoni sejumlah pertandingan uji coba sebagai bagian dari program persiapan tim.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap dapat menghidupkan kembali industri sepak bola dari akar rumput sekaligus memperkuat posisi Kota Solo sebagai salah satu pusat sport tourism di Indonesia.

“Intinya, kita akan kembali menghidupkan industri sepak bola di Kota Solo,” pungkasnya.