Ciptakan SDM Prima, Mahasiswa KKN UNS dan Pukesmas Wera Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting, Intervensi Dini, dan Parenting Inklusif di Desa Sangiang Bima

oleh
KKN UNS
Sosialisasi pencegahan stunting, pentingnya intervensi dini, dan parenting inklusif di Desa Sangiang | Dok. KKN UNS Kelompok 176

BIMA, MettaNEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 176 berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Wera berhasil menggelar sosialisasi pencegahan stunting, pentingnya intervensi dini serta parenting inklusif di Aula Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Jumat (23/1/2026) pukul 14.00 WITA.

Sosialisasi ini diketuai oleh 2 mahasiswa KKN UNS yaitu Roszatul Latifah dari  Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan serta Dea Cantika dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya.

Kegiatan ini berhasil mengedukasi audiens dari total delapan dusun di Desa Sangiang, yakni Dusun Doroma, Karombo, Pelita, La Sinta, Sarae, Tewo, La Joro, dan Bronjong.

Langkah strategis ini diambil untuk merespon banyaknya kasus gizi buruk pada balita, sekaligus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak serta penerapan pola asuh yang inklusif di wilayah desa.

Program ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa guna mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s)  poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Ketua Pelaksana Program, Dea Cantika, menjelaskan bahwa intervensi kesehatan yang dilakukan sangat krusial karena desa membutuhkan tumpuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul guna mencapai tujuan desa wisata.

“Desa wisata tidak hanya butuh kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) saja namun harus ditopang oleh SDM yang prima. Stunting adalah hambatan serius bagi masa depan generasi desa, sehingga edukasi mengenai stunting dan pentingnya intervensi dini serta pola asuh menjadi sangat penting,” ujar Dea dalam wawancara bersama tim mettanews.id (23/1/2026).

KKN UNS
Penyampaian materi oleh Bapak Abdul Malik selaku perwakilan Pukesmas Wera di Kantor Desa Sangiang, Kec.Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat | Dok. KKN UNS Kelompok 176

Perwakilan Puskesmas Wera, Abdul Malik yang bertindak sebagai pemateri menyoroti miskonsepsi masyarakat bahwa makanan bergizi pasti mahal

“Mencegah stunting itu murah, yang mahal adalah masa depan yang hilang jika kita abai sekarang. Cukup satu butir telur setiap hari bisa menyelamatkan anak kita dari stunting,” tegas Abdul Malik di hadapan peserta yang antusias.

Salah satu masyarakat Desa Sangiang, Rahma menilai bahwa sosialisasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Menurutnya, masih banyak anak-anak yang mengalami hambatan tumbuh kembangnya namun belum mendapatkan penanganan yang tepat akibat dari kurangnya pemahaman orang tua terkait gizi, deteksi dini, dan pola asuh  yang sesuai.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat desa. Kepala Desa Sangiang beserta jajaran kepala dusun juga ikut hadir menyambut program sosialisasi ini sebab dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan konsultasi interaktif yang dilakukan.

Melalui program yang dilakukan, Tim KKN UNS berharap terjadi peningkatan kesadaran kolektif warga mengenai pentingnya asupan makanan bergizi, intervensi dini, dan penerapan inklusif guna menciptakan generasi Sangiang yang sehat,berkualitas dan siap membangun desa.

Tentang KKN UNS Kelompok 176

KKN UNS
KKN UNS Kelompok 176 usai sosialisasi stunting, intervensi dini dan parenting inklusif di di Aula Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Jumat (23/1/2026) | Dok. KKN UNS Kelompok 176

Kelompok 176 adalah tim KKN Universitas Sebelas Maret periode Januari–Februari 2026 yang berlokasi di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Kelompok  yang memiliki tema “Optimalisasi Potensi Edu-Ekologis dalam Upaya Pengembangan Sektor Pariwisata” ini berfokus pada program kerja bidang pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s).