CILACAP, MettaNEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 26 menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) di PAUD Argo Mulyo, Desa Jeruklegi Wetan, Dusun Gunung Jaya RT 05/RW 05, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh 30 warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani, baik laki-laki maupun perempuan.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya penggunaan pupuk berbahan organik guna mengembalikan unsur hara tanah dan menjaga kesuburan lahan secara berkelanjutan. Seluruh alat dan bahan telah disiapkan oleh mahasiswa KKN, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan proses pembuatan pupuk secara bersama-sama.
Dalam praktiknya, pupuk organik cair dibuat dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti sisa sayuran dan bekas air cucian beras. Selain itu, ditambahkan molase dan EM4 sebagai aktivator fermentasi. Pemanfaatan limbah dapur rumah tangga ini diharapkan dapat membantu petani mengolah sampah organik menjadi produk yang bernilai guna bagi pertanian mereka.
Kepala Dusun Gunung Jaya, Pasiman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap program pelatihan ini. Ia menilai penggunaan pupuk organik cair sangat baik untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
“Pupuk organik cair ini sangat bagus untuk mengembalikan unsur hara tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Saya sendiri juga memiliki beberapa jenis pupuk organik cair di rumah sebagai upaya mengurangi pemakaian pupuk kimia, hanya saja prosesnya memang tidak secepat pupuk kimia,” papar Pasiman.

Perwakilan mahasiswa KKN UNS Kelompok 26, Vandalita, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menunjukkan bahwa pembuatan pupuk organik cair tidaklah sulit dan dapat dilakukan dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa pembuatan pupuk organik cair cukup mudah dan bahannya sering kita temui di sekitar kita. Meskipun prosesnya membutuhkan waktu, manfaatnya jauh lebih baik untuk kesuburan tanah dalam jangka panjang,” jelasnya.
Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa edukasi dan praktik langsung sangat dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para petani menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam pengelolaan lahan pertanian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk beralih menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pertanian di Dusun Gunung Jaya, Desa Jeruklegi Wetan, Kabupaten Cilacap.









