SOLO, MettaNEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui program UNS Peduli Tanggap Bencana mengirimkan tim misi kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain melakukan asesmen dan mitigasi bencana, tim UNS Peduli juga menyalurkan bantuan sembako secara langsung kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut menyasar 163 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kabupaten di Flores.
Tim misi kemanusiaan UNS berangkat dari Gedung dr. Prakosa UNS pada Minggu (23/8/2026) pukul 05.00 WIB. Misi kemanusiaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Tim terdiri atas Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA., Ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana (BKPB) UNS Dr. Ir. Titis Srimuda Pitana, S.T., M.Trop., Arch., Kepala Seksi BKPB Muhammad Sholihin, S.Ag., S.IP., M.IP., serta dua personel SAR UNS, yakni Drs. Emon Prasetyo dan Agung Nugeroho.
Selama berada di lokasi, tim menjalankan tugas asesmen dan mitigasi sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan pascabencana.
Bantuan UNS Peduli Menjangkau Empat Kabupaten
Bantuan UNS Peduli diserahkan secara langsung oleh Prof. E. Muhtar bersama Dr. Titis Srimuda Pitana kepada masyarakat terdampak.
Bantuan disalurkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai Timur.
Rinciannya, bantuan diberikan kepada 13 KK di Maurole, Kabupaten Ende; 7 KK di Batu Bara, Kabupaten Ende; 25 KK di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo; serta 30 KK di Riung Bajawa, Kabupaten Ngada.
Sementara di Kabupaten Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya, bantuan disalurkan kepada 40 KK di Kecamatan Pota, 11 KK di Waso Bea, Kecamatan Ruteng, serta 37 KK di Reo, Kecamatan Mata Air.
Secara keseluruhan, 163 KK terdampak gempa bumi menjadi sasaran bantuan UNS Peduli.
Bantuan yang diberikan berupa sembilan bahan pokok (sembako) yang dilengkapi kebutuhan khusus bagi perempuan dan balita.
Kepala Seksi BKPB UNS, Muhammad Sholihin, mengatakan penyaluran bantuan secara langsung menjadi bentuk nyata kepedulian UNS terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan secara langsung tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UNS terhadap masyarakat yang terdampak bencana sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan,” terang Sholihin.
Tim UNS Masih Lakukan Asesmen dan Koordinasi
Saat ini, tim UNS Peduli Tanggap Bencana masih berada di wilayah terdampak untuk melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Tim juga menunggu kedatangan tim asesmen lapangan dari BKPB UNS yang akan melakukan pemetaan kondisi di sejumlah wilayah terdampak.
Asesmen tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat setelah gempa bumi.
Hasil pemetaan nantinya menjadi dasar bagi UNS untuk menentukan bentuk dukungan kemanusiaan berikutnya agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
UNS berharap dukungan kemanusiaan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjalani proses pemulihan pascabencana.








