SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta bersama TNI kembali memperkuat pembangunan berbasis gotong royong melalui program Karya Bhakti Daerah (KBD) Tahap III, IV, dan V Tahun 2026.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka pelaksanaan KBD tersebut di Taman Cerdas Gandekan, Kecamatan Jebres, Rabu (9/9/2026).
Tahun ini, KBD menyasar tiga kelurahan, yakni Gandekan, Tipes, dan Semanggi, dengan fokus utama membenahi infrastruktur lingkungan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Di Kelurahan Gandekan, KBD Tahap III diarahkan untuk memperbaiki talud dan pavingisasi di sebelah timur Taman Cerdas Gandekan.
Talud yang mengalami kerusakan dan ambrol di sejumlah bagian akan direvitalisasi sekaligus dilengkapi pagar pengaman di sepanjang sisi sungai. Berdasarkan data teknis, perbaikan talud mencapai 50,19 meter.
Selain itu, dilakukan pembangunan pavingisasi jalan dengan ukuran 5,19 x 2,20 meter.
Sementara itu, KBD Tahap IV di Kelurahan Tipes difokuskan pada perbaikan saluran air di Jalan Gatotkaca Gang Manggis RT 04/RW 12.
Saluran sepanjang 110 meter tersebut menjadi perhatian karena dimensinya relatif kecil dan berpotensi menyebabkan genangan, terlebih lokasinya berada di dekat sungai.
Adapun KBD Tahap V di Kelurahan Semanggi diarahkan pada perbaikan saluran air di sisi utara Jalan Bogowonto. Sejumlah segmen saluran yang mengalami kerusakan akan ditangani untuk mengurangi potensi genangan di lingkungan warga.
Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur
Astrid mengatakan, KBD bukan semata-mata program pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
“Karya Bhakti Daerah bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik. Lebih dari itu, KBD merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, Pemerintah Kota, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan,” ujar Astrid.
Pemkot Surakarta, lanjut Astrid, mengapresiasi jajaran TNI, khususnya Kodim 0735/Surakarta beserta Koramil dan jajarannya, perangkat daerah, pemerintah kelurahan, LPMK, Pokmas KBD, serta masyarakat yang ikut mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan.
Menurutnya, sasaran KBD berasal dari kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui kelurahan. Sebelum lokasi ditetapkan, dilakukan survei lapangan untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan.
“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat,” katanya.
Ada Penyuluhan Wawasan Kebangsaan hingga Pilah Sampah
KBD di Surakarta juga tidak hanya diisi dengan pembangunan fisik. Kegiatan nonfisik dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada KBD Tahap III di Gandekan, misalnya, turut direncanakan kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan, pilah sampah, hingga edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Menurut Astrid, kegiatan tersebut penting agar manfaat KBD tidak hanya terlihat dari perubahan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat.
Ia berharap hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama dapat dijaga dan dirawat oleh masyarakat setelah program selesai.
“Kami berharap pelaksanaan KBD ini tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat terus dijaga setelah program selesai,” katanya.
Astrid Ingatkan Aspek Teknis Pembangunan
Astrid juga mengingatkan seluruh pihak untuk memperhatikan aspek teknis selama proses pekerjaan berlangsung.
Beberapa hal yang perlu dicermati antara lain elevasi dan kemiringan saluran, utilitas yang berada di sekitar lokasi pekerjaan, serta pengaturan akses karena sejumlah titik pembangunan berada di jalan yang relatif sempit.
“Setiap pekerjaan pembangunan pasti memiliki dinamika di lapangan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kita dapat meminimalkan hambatan dan memastikan pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan karena infrastruktur yang dikerjakan melalui gotong royong akan memberikan manfaat lebih panjang jika dirawat bersama.
Astrid juga mengajak warga Gandekan, Tipes, dan Semanggi menjadikan KBD sebagai momentum memperkuat guyub rukun sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Mari kita bangun Surakarta tidak hanya melalui program pemerintah, tetapi melalui kekuatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.








