SOLO, MettaNEWS – Program Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap I dan Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0735/Surakarta bersama Pemerintah Kota Surakarta resmi ditutup, Rabu (24/6/2026). Seluruh sasaran fisik maupun nonfisik yang menjadi target program dinyatakan selesai 100 persen.
Penutupan KBD digelar di Gedung Kusuma Sari, Jalan Hadiwijayan No.16, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Karya Bakti Daerah Menguatkan Ketahanan Wilayah untuk Mewujudkan Indonesia Maju” dan dihadiri sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Surakarta Purwanti, S.K.M., M.Kes., jajaran kepolisian, para lurah, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.
Dalam sambutannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman menegaskan bahwa Karya Bakti Daerah merupakan program lintas sektoral yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, program tersebut disusun berdasarkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme perencanaan dari bawah ke atas (bottom up), yang diawali dengan survei lapangan bersama.
“Kegiatan Karya Bakti Daerah Tahap I dan Tahap II yang telah dilaksanakan di Kelurahan Panularan Kecamatan Laweyan dan Kelurahan Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon ini merupakan upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui percepatan pembangunan di daerah. Kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat dan aparat dapat bersinergi dalam pembangunan baik fisik maupun nonfisik dalam menjaga keutuhan negara,” papar Dandim.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui program KBD diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Melalui pembangunan infrastruktur di tiap kelurahan, diharapkan menjadi solusi mengatasi kesulitan masyarakat guna meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pada KBD Tahap I di Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, kegiatan difokuskan pada perbaikan dan normalisasi saluran air di sepanjang Jalan Kyai Siroj. Perbaikan dilakukan karena kondisi saluran mengalami kerusakan dan sedimentasi yang mengurangi kapasitas aliran air sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan.
Sementara pada KBD Tahap II di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, kegiatan diarahkan pada perbaikan saluran drainase serta pavingisasi lingkungan di kawasan Jalan Reksoniten. Penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir.
Dandim berharap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Saya berharap melalui pembangunan infrastruktur di Kelurahan Panularan dan Kelurahan Gajahan ini dapat mengantisipasi dan meminimalkan terjadinya banjir pada musim penghujan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, KBD Tahun 2026 juga menyasar kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat. Berbagai penyuluhan diberikan kepada warga, antara lain tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), nilai-nilai Pancasila, pencegahan penyalahgunaan narkoba, kesehatan keluarga, posyandu, pencegahan stunting, mitigasi bencana banjir dan kebakaran, hingga administrasi kependudukan.
Program tersebut juga dilengkapi dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi pelaksanaan KBD.
Keberhasilan penyelesaian seluruh sasaran KBD Tahap I dan II Tahun 2026 menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah sekaligus memperkuat ketahanan sosial di Kota Surakarta.








