SOLO, MettaNEWS –Puluhan anak larut dalam kompetisi sepak bola Liga Angkasa 2026 yang digelar di tengah permukiman warga Sangkrah, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang hadir mengunjungi jalannya kompetisi.
Kehadiran Wawali Astrid menambah semangat para peserta sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif masyarakat dalam menyediakan ruang bermain dan berolahraga bagi anak-anak.
Liga Angkasa menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki minat terhadap sepak bola, termasuk mereka yang belum bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB).
Mengusung konsep street ball, kompetisi tersebut diselenggarakan secara swadaya oleh panitia bersama masyarakat sekitar.
Sekitar 50 anak usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Selain menjadi ruang untuk mendapatkan pengalaman bertanding, Liga Angkasa juga diarahkan untuk melihat potensi bibit-bibit pemain sepak bola sekaligus melatih mental dan karakter anak sejak usia dini.
Astrid mengaku menikmati atmosfer kompetisi yang berlangsung meriah. Antusiasme peserta dan dukungan warga menurutnya menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan di lingkungan kampung.
“Sangat seru. Ini menjadi bentuk guyub warga. Anak-anak bisa belajar kompetisi, belajar sportivitas, kerja sama, dan kejujuran,” kata Astrid.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Pertandingan bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi anak untuk menghargai lawan, bekerja sama dengan rekan satu tim, menaati aturan, dan menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
“Bukan masalah menang atau kalah. Yang penting anak-anak senang, semangat, rukun, dan bisa belajar dari prosesnya,” ujarnya.
Astrid juga mengapresiasi inisiatif warga Sangkrah yang secara swadaya menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak melalui olahraga.
Ia menyebut, kegiatan yang lahir dari lingkungan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kampung memiliki potensi besar dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat dan positif bagi generasi muda.
Melalui Liga Angkasa, anak-anak tidak hanya diajak aktif bergerak dan berolahraga, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghadapi situasi kompetitif.
“Semangat kebersamaan seperti ini penting karena anak-anak tumbuh bukan hanya dari sekolah, tetapi juga dari lingkungan tempat mereka tinggal,” demikian semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut.
Liga Angkasa 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi perdana. Panitia mulai membuka peluang untuk meningkatkan jumlah peserta dan memperluas jangkauan turnamen agar kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda kompetisi tahunan.
Bagi Astrid, upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan menghadirkan lebih banyak ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak di Kota Surakarta.
Olahraga menjadi salah satu sarana yang efektif karena anak-anak dapat belajar banyak hal sekaligus menikmati masa pertumbuhan dalam suasana yang menyenangkan.
Liga Angkasa pun menjadi gambaran bahwa dari sebuah lapangan sederhana di tengah kampung, dapat lahir semangat sportivitas, kebersamaan, bahkan potensi bibit pesepak bola yang kelak bisa berkembang lebih jauh.








