SOLO, MettaNEWS – Sejumlah alumni SMA 6 Solo yang pernah seangkatan dengan Presiden Joko Widodo angkat bicara soal isu ijazah palsu orang nomor 1 Indonesia itu. Bantahan itu mereka ungkapan saat jumpa pers bersama Kepala SMA 6 Senin (17/10/22).
Beberapa dari mereka mengaku hingga saat ini hubungan pertemanan mereka masih erat. Bahkan pernah diundang Jokowi untuk datang ke istana.
Prawoto (62) salah seorang teman Jokowi mulai dari kelas 1-3 SMA mengatakan bahwa ia adalah sosok yang cerdas. Menurutnya pernah mendapat juara umum paralel ketika ia duduk di kelas 3 IPA.
“Waktu kelas tiga dia pintar, dia IPA tapi bahkan mendapat juara satu paralel umum. Saya ngalamin sendiri. Saksinya saya satu kelas terus (dengan Jokowi) bahkan ketika mau pilpres 2019 itu saya dipanggil ke istana,” kata Prawoto.
Menurut Prawoto, sosok Jokowi yang paling berkesan adalah ketika berlangsungnya sebuah ujian. Pasalnya, ia tidak mau mencontek ataupun memberikan contekan.
“itu tidak mau temannya tidak mau nurun (mencontek) dia selalu menutupi kertas ujiannya dengan tangannya. Sampai suatu saat ada teman saya yang nakal mau mencontek Jokowi dan tidak boleh lalu digajul, itu sampai sekarang masih ingat kemarin di istana ditanyain mana preman yang nurun saya dulu,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ria Tri Rasmani, yang juga teman seangkatan pak Jokowi di SMAN 6 Solo angkatan 80, mengaku selalu mengikuti isu ijazah Pak Jokowi yang diragukan.
“Beberapa orang yang disebut palsu, kami merasa terpanggil untuk ikut menjelaskan dan juga meluruskan karena kami semua adalah teman-teman seangkatan beliau,” ungkapnya.
Ia merasa jika ijazah dari Jokowi diragukan, maka ijazah mereka juga ikut dipertanyakan.
“Jadi kami juga ikut gelisah dan terpanggil menolak isu ijazah palsu ini. Kami semua bertanggungjawab secara moral untuk mengklarifikasi dan juga meluruskan,” pungkasnya.







