SOLO, Metta NEWS – Menangkap peluang masih terbukanya ceruk pasar kain batik, brand Batik Solo melaunching beberapa produk terbarunya, Senin (17/10/2022).
Kota Solo yang dikenal sarat akan filosofi ragam motif batik, sekaligus warisan budaya tak benda, batik harus tetap dilestarikan, dan keberadaannya menjadi bagian dari kehidupan kita.
Batik merupakan warisan budaya yang tak ternilai, setiap warna atau pun motif memiliki makna dan cerita yang berbeda-beda.
Batik Solo menawarkan pakaian batik dengan motif klasik yang elegan, untuk laki-laki dan wanita yang nyaman dikenakan.
Chief Creative Relations Dan Rilis Group, Ai Syarif menyampaikan, Batik Solo lebih menekankan pada desain dasar yang simple dibalut motif-motif klasik dengan padu padan desain kekinian.
“Target marketnya tidak hanya pegawai atau kantoran tapi juga milenial, ibu rumah tangga dan bisa dipadu padankan untuk mendapat tampilan lebih menarik,” tutur Ai Syarif.
Dengan bahan berkualitas tinggi, Ai Syarif menyebut semua produk Batik Solo dikerjakan dan diawasi oleh tenaga profesional sehingga menghasilkan produk yang bernilai tinggi, dan terjamin kualitasnya.
“Kami ingin membuat batik menjadi bagian dalam kehidupan sehari hari, dan semua kalangan. Dengan paduan celana, rok formal, maupun dapat dipadukan dengan bahan denim,” jelasnya.
Berdiri sejak tahun 2013, Batik Solo terdaftar dibawah PT.Tabor Andalan Retailindo dan merupakan anak perusahaan Dan Liris Group. Bagian dari grup perusahaan tekstil dan garment.
“Kita ingin masyarakat gemar memakai batik. maka kita siapkan koleksi ready to wear, untuk semua usia. Bisa untuk ke pesta hingga nongkrong. Beberapa motif tradisional kita combine dengan motif modern. Saat ini produk kami masih konsen di koleksi dewasa pria dan wanita, kedepan juga tengah dikembangkan koleksi untuk anak-anak,” ungkapnya.
Meskipun belum mempunyai store di Solo dan sekitarnya, Batik Solo sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia lewat online store secara masif.
“Solo sendiri pasarnya cukup besar. Bahkan kontribusi Solo mencapai 40 persen dari total penjualan,” pungkasnya.







