SOLO, MettaNEWS – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Solo dan Sekitarnya, mulai berdatangan Jalan Slamet Riyadi, tempatnya di perempatan Ngarsopuro. Sore ini mereka bersiap menyampaikan aspirasi di Bundaran Gladag.
Dari pengamatan MettaNEWS, mahasiswa berdatangan mulai pukul 14.00. Berbagai simbol almamater yang terlihat, di antaranya dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Batik, Universitas Islam Negeri RM Said, Universitas Surakarta dan sebagainya.
Sambil menunggu teman-temannya berdatangan, mereka menggerombol duduk di trotoar sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan atau sekadar sindiran kepada pemerintah dan parlemen.
Sekitar pukul 15.30, kawanan mahasiswa berarak-arak ke arah Gladag. Tepat di bawah patung pahlawan Slamet Riyadi, mereka berorasi bergantian.
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi aspirasi mahasiswa, di antaranya tuntutan menstabilkan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya, menuntut pemerintah mengkaji ulang kenaikan harga BBM dan menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat luas.
Selain itu, juga menuntut pemerintah mengkaji ulang undang-undang IKN dan penundaan proyek IKN.
Aksi ini berlangsung damai, namun tak urung arus lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol kota menjadi macet. Arus kendaraan tersendat hingga jarak 1 kilometer ke barat.
Hingga, polisi dengan dibantu sejumlah mahasiswa mengatur peserta aksi agar memberi celah di kanan kiri area orasi, sehingga sumbatan arus lalu lintas kembali terbuka.
Hingga saat ini, aksi di Gladag masih berlangsung dengan tertib.







