Gus Yasin Soroti 2.000 Tanah Wakaf di Jateng Belum Bersertifikat, Minta Menteri ATR/BPN Bergerak Cepat

oleh
oleh

KUDUS, MettaNEWS  – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyoroti masih banyaknya tanah wakaf di Jawa Tengah yang belum memiliki sertifikat resmi.

Ia pun meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Gus Yasin saat memberikan Mauidhoh Hasanah dalam Pengajian Selapanan dan Haul ke-7 Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Nashrul Ummah, Sabtu malam (23/5/2026).

“Mumpung di sini ada dari BPN Provinsi, mohon diperintah untuk mendata tanah-tanah wakaf untuk segera disertifikatkan,” kata Gus Yasin di hadapan ribuan jamaah.

Menurut Taj Yasin masih banyak ditemukan kasus tanah wakaf yang beralih status karena belum memiliki legalitas sertifikat. Kondisi tersebut dinilai rawan menimbulkan sengketa di kemudian hari.

“Ini perlu menjadi perhatian Pak Menteri,” tegasnya.

Data tahun 2025 mencatat sekitar 2.000 bidang tanah wakaf di Jawa Tengah hingga kini belum bersertifikat. Gus Yasin mendorong percepatan sertifikasi agar aset wakaf memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain menghindari konflik, sertifikasi tanah wakaf juga penting untuk menjaga nilai ibadah dan kepatuhan terhadap hukum fikih bagi umat Islam yang mewakafkan tanahnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga mengenang sosok Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen sebagai ulama visioner yang tidak hanya berpikir soal pendidikan agama, tetapi juga persoalan kebangsaan dan kemaslahatan masyarakat.

“Beliau bukan hanya memberikan pelajaran kepada kaum santri, tetapi juga kepada kaum nasionalis,” ujarnya.

Ia mencontohkan pemikiran Mbah Moen terkait pengelolaan sampah yang kini terbukti memberi manfaat besar bagi masyarakat. Saat itu, Mbah Moen menyarankan agar sampah dikelola secara produktif sesuai ajaran Islam bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.

Gus Yasin menyebut nasihat Mbah Moen bahkan turut berpengaruh pada keputusan pemerintah mempertahankan perusahaan semen milik negara yang sempat akan dijual pada 2003-2004.

Kini, sejumlah pabrik semen di berbagai daerah telah memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif, termasuk di wilayah Rembang dan Magelang.

“Pemikiran beliau mungkin sudah lebih dari 20 tahun lalu, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat saat ini,” katanya.

Haul ke-7 KH Maimoen Zubair tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Forkopimda, para putra Mbah Moen, serta ulama dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Nusron Wahid menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan haul di Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan peninggalan Mbah Moen.

Selain Gus Yasin, Mauidhoh Hasanah juga disampaikan oleh putra Mbah Moen, yakni Abdulloh Ubab Maimoen dan M Najih Maimoen.