SOLO, MettaNEWS – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabang olahraga menembak Kota Surakarta resmi digelar di Lapangan Tembak Perbakin Surakarta pada 4–5 Mei 2026. Ajang ini menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet muda sekaligus upaya mencetak penembak berprestasi sejak usia dini.
Ketua Harian Perbakin Kota Surakarta, Heru Murwanto, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia mengapresiasi kontribusi semua unsur, mulai dari pemerintah, panitia, hingga masyarakat yang turut memberikan dukungan baik moril maupun materiil.
“Pelaksanaan Popda ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusi yang telah diberikan,” kata Heru mengawali sambutannya.
Heru juga membacakan sambutan Ketua Umum Perbakin Kota Surakarta, Ricky Haryanto, yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa Popda bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet berprestasi di tingkat daerah.
“Popda menjadi momentum krusial dalam pembinaan olahraga menembak. Ini bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga menguji ketenangan, akurasi, serta kedisiplinan atlet,” tegas Heru.

Menurutnya, olahraga menembak menuntut keselarasan antara kondisi fisik, kestabilan emosi, dan fokus tinggi. Oleh karena itu, seluruh rangkaian pertandingan diharapkan berjalan secara tertib, sportif, dan menjunjung tinggi standar keselamatan.
“Kami berharap ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional, mengikuti jejak para atlet senior Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Popda Menembak Kota Surakarta, Anung, mengungkapkan bahwa total terdapat 62 atlet yang berpartisipasi, terdiri dari 8 atlet SD, 30 atlet SMP, dan 24 atlet SMA.
“Olahraga menembak memang belum begitu dikenal luas, tetapi menembak menjadi salah satu andalan menuju Porprov 2026. Kami ingin menjadikan Solo sebagai kota atlet,” jelas Anung.
Berbagai nomor pertandingan dipertandingkan dalam Popda kali ini, termasuk kategori baru untuk tingkat SD yakni WRABF. Untuk tingkat SMP dan SMA, nomor yang dilombakan meliputi WRABF, IMSU, serta 10 meter air pistol dan air rifle, baik individu maupun beregu.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 40 medali yang diperebutkan dalam ajang ini. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjadikan Popda sebagai batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Anung menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengurus, atlet, dan orang tua dalam mendukung kesuksesan pembinaan. Ia optimistis, dengan kerja sama yang baik, Perbakin Kota Surakarta mampu mencetak atlet yang bersaing di kancah internasional.
“Harapan kami, akan lahir atlet-atlet menembak yang bisa membawa nama harum Surakarta hingga tingkat dunia,” pungkasnya.










